YOGYAKARTA - Istilah khususon ila ruhi sering terdengar dalam bacaan doa tahlil atau saat umat Muslim mendoakan orang yang telah meninggal dunia. Ungkapan ini memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang.
Melalui ucapan tersebut, seorang Muslim memohon agar amal dan doa yang dibaca diterima serta sampai kepada arwah yang dituju.
Menariknya, di balik kalimat sederhana ini tersimpan nilai spiritual tinggi tentang cinta, kepedulian, dan harapan bagi mereka yang telah berpulang.
Arti Khususon Ila RuhiSebagaimana pernah VOI tulis dalam artikel berjudul Khususon Ila Ruhi Artinya Apa? Bagaimana Bacaannya?, secara sederhana, khususon ila ruhi berasal dari bahasa Arab yang artinya “dikhususkan untuk ruh.”
Biasanya, kalimat ini diucapkan saat seseorang ingin menghadiahkan doa atau pahala kepada orang tertentu. Misalnya, “khususon ila ruhi fulan bin fulan,” yang berarti “khusus untuk ruh si fulan bin fulan.”
Sementara itu, menurut buku Wong Kang Soleh karya Mas Wantik, ungkapan ini sering dipakai untuk mengirim hadiah pahala bacaan, terutama surat Al-Fatihah, kepada seseorang, baik itu yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.
Namun kalau untuk diri sendiri, bisa diucapkan “khususon ila ruhi fil jasadi,” yang berarti “terkhusus untuk ruh dalam tubuh ini.” Maknanya adalah permohonan agar Allah memberikan ketenangan dan keberkahan bagi ruh dan jasad.
Selain itu, dalam buku Mukjizat Al-Fatihah karya Muhammad Syafi’ie El-Bantanie, dijelaskan bahwa surat Al-Fatihah memiliki keutamaan sebagai As-Syifa (penyembuh) dan bisa menjadi penawar penyakit, baik fisik maupun batin.
Jadi, saat seseorang membaca Al-Fatihah sambil mengucap “khususon ila ruhi,” itu bukan sekadar ritual, tapi bentuk “hadiah spiritual” penuh makna untuk orang lain.
Bacaan Khususon ila ruhi untuk orang yang masih hidupSebagaimana disungguh di atas, membaca khususon ila ruhi atau khususon ila ruhi fil jasadi bisa dilakukan bukan hanya untuk orang yang sudah meninggal, tapi juga untuk yang masih hidup.
Biasanya, hadiah yang dikirim berupa bacaan Surah Al-Fatihah. Bedanya, jika untuk yang sudah wafat dibaca khususon ila ruhi (khusus untuk ruh), maka untuk yang masih hidup diganti menjadi khususon ila ruhi fil jasadi (khusus untuk ruh yang ada dalam jasad).
Adapun sebelum mengirim doa kepada orang yang masih hidup, ada adab yang dianjurkan, di antaranya:
- Pertama, bacakan Al-Fatihah untuk Nabi Muhammad SAW, keluarganya, sahabat, dan tabi’in agar mendapat keberkahan serta syafaat dari kedekatan mereka dengan Allah SWT.
- Setelah itu, kirim juga Al-Fatihah kepada para ulama, guru, dan seluruh umat Islam, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat, sebagai bentuk penghormatan dan doa kebaikan.
- Baru setelah itu, Al-Fatihah dibacakan secara khusus untuk orang yang dimaksud. Misalnya, untuk orang tua, bacaannya bisa dimulai dengan: khususon ila ruhi abi (nama) bin (nama ayahnya), lalu lanjutkan dengan doa: Allahummaghfir lahu, warhamhu, wa ‘afihi, wa’fu ‘anhu, lahul Fatihah.
Doa ini menjadi bentuk kasih sayang dan harapan agar orang tersebut senantiasa diberi kesehatan dan keberkahan.
Selain pembahasan mengenai khususon ila ruhi, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI, untuk mendapatkan kabar terupdate jangan lupa follow dan pantau terus semua akun sosial media kami!
Posting Komentar