Konferensi pers Blibli. (Dinno/VOI)

JAKARTA - Tren baju Lebaran tahun ini menunjukkan geliat yang semakin positif. Tidak hanya didominasi model gamis dan koko untuk hari raya, pilihan fesyen Muslim kini kian beragam dan mengikuti gaya hidup yang lebih dinamis.

Ramadan pun tak lagi sekadar momen membeli pakaian baru untuk Idulfitri, melainkan periode ketika masyarakat memperbarui koleksi busana yang menunjang aktivitas selama sebulan penuh.

Perubahan ini tercermin dari data Blibli yang mencatat meningkatnya kebutuhan fesyen pelanggan sepanjang Ramadan 2025. Permintaan tidak hanya datang dari kategori busana Lebaran, tetapi juga pakaian harian hingga busana olahraga Muslim.

Selama Ramadan 2025, penjualan atasan Muslim wanita meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya. Kategori pakaian Muslim pria serta pakaian Muslim anak perempuan juga mengalami lonjakan hampir 2,5 kali lipat. Pertumbuhan tertinggi justru terjadi pada pakaian Muslim anak laki-laki yang melonjak hampir tiga kali lipat.

Antusiasme terhadap hijab pun terbilang tinggi. Jika seluruh hijab yang terjual selama Ramadan tersebut direntangkan, panjangnya mencapai 18,16 kilometer setara mengelilingi Stadion Gelora Bung Karno sebanyak 45 kali.

Menariknya, data tersebut juga memperlihatkan pergeseran pola belanja. Ramadan kini tidak lagi semata-mata diidentikkan dengan kebutuhan tampil maksimal saat hari raya. Penjualan busana olahraga Muslim tercatat naik hampir empat kali lipat, sementara pakaian kasual seperti outerwear meningkat hampir tiga kali lipat.

"Gaya Raya kami hadirkan sebagai destinasi fesyen yang relevan untuk Ramadan dan Lebaran. Koleksinya modest, fungsional, dan versatile, cocok untuk ibadah, aktivitas sehari-hari, hingga silaturahmi Hari Raya. Pelanggan juga bisa menikmati diskon hingga 75%, Pasti ORI, dan gratis retur, sehingga pengalaman belanja lebih nyaman dan terpercaya,” ujar Krisantia Nugraha, Group Head Groceries & Lifestyle Blibli.

Hal ini mengindikasikan konsumen ingin tetap aktif dan nyaman sepanjang bulan suci, baik untuk beribadah, bekerja, hingga berolahraga. Fesyen Muslim pun semakin dilihat sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari, bukan hanya kebutuhan musiman.

Blibli menilai tren ini mencerminkan upaya masyarakat menjaga keseimbangan antara penampilan, kesehatan, dan kenyamanan selama Ramadan.

Melalui program tematik Ramadan, platform tersebut menghadirkan ragam pilihan produk dalam satu ekosistem belanja yang terintegrasi, lengkap dengan jaminan keaslian barang, pengiriman tepat waktu, serta fasilitas pengembalian.

Secara umum, tren ini memperlihatkan bahwa industri fesyen Muslim terus bertumbuh dan beradaptasi dengan preferensi konsumen yang semakin beragam. Ramadan menjadi momentum penting yang bukan hanya mendorong peningkatan penjualan, tetapi juga memperkuat posisi busana Muslim sebagai bagian dari identitas dan gaya hidup masyarakat Indonesia.

Kondisi Gaza/DOK IOM

JAKARTA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) siap mengakomodasi kepulangan lebih banyak warga ke Jalur Gaza setiap harinya dibanding kuota yang telah ditetapkan Israel.

"Dan jika Israel mengizinkan lebih banyak warga untuk masuk atau keluar [Gaza], PBB siap untuk memfasilitasinya," kata Juru bVcara PBB Stephane Dujarric dilansir ANTARA dari Sputnik, Kamis, 12 Februari.

Ia kembali menegaskan PBB akan melakukan segala upaya untuk mengakomodasi lebih banyak orang masuk ke Gaza.

"Sekali lagi, pembatasan dan prosedur diberlakukan oleh Israel, oleh Mesir. Kami ingin melihat lebih banyak orang masuk dan keluar tanpa hambatan, seperti kita semua diperbolehkan untuk masuk dan keluar dari tempat-tempat dengan bebas. Dan lebih banyak orang diizinkan untuk mendapat bantuan medis di luar Gaza yang sangat mereka butuhkan," katanya.

Penyeberangan Rafah di perbatasan Mesir-Gaza kembali beroperasi pada 2 Februari. Berdasarkan pengaturan yang berlaku, hingga 150 warga Gaza diizinkan meninggalkan wilayah itu setiap hari, sementara 50 warga diperbolehkan masuk dari Mesir setelah melalui prosedur yang ditetapkan.

Pengelolaan penyeberangan dilakukan oleh Misi Bantuan Perbatasan Uni Eropa (EUBAM) bekerja sama dengan otoritas Mesir dan melalui koordinasi keamanan dengan Israel.

Setiap hari, Mesir menyerahkan daftar 50 warga Gaza yang ingin masuk ke wilayah tersebut untuk mendapat persetujuan keamanan Israel, sementara EUBAM menyampaikan daftar 150 warga yang akan keluar beserta tujuan akhir.

Sebelum perang di Gaza, Rafah merupakan satu-satunya penyeberangan di wilayah Palestina yang tidak dikendalikan langsung oleh Israel.

Pintu perbatasan ini berperan penting bagi bantuan kemanusiaan, evakuasi korban luka, serta pasokan vital internasional.

Ilustrasi (Freepik/@jcomp)

YOGYAKARTA - Bagi banyak orang, ngopi sudah menjadi rutinitas pagi untuk mengumpulkan energi sebelum menjalani hari. Tapi tahukah kamu ternyata konsumsi kopi tidak hanya bikin melek dan semangat, tetapi juga bisa bikin panjang umur. Penelitian menunjukkan konsumsi kopi dalam jumlah sedang, sekitar 2-3 cangkir sehari, menurunkan risiko terkena sejumlah penyakit serius. Penasaran? Nah, berikut akan dibahas sejumlah alasan medis kopi bisa bikin panjang umur. Simak sampai akhir ya.

6 Alasan Medis Kopi Bisa Bikin Panjang Umur

Ada berbagai manfaat kesehatan yang bisa diperoleh dari kebiasaan minum kopi, di antaranya bahkan berkaitan erat dengan penyakit yang kerap muncul seiring bertambahnya usia. Dilansir dari Verywell Health, berikut 6 alasan kopi dapat membantu memperpanjang umur:

  • Meningkatkan Umur Panjang Secara Keseluruhan
  • Minum kopi dapat membantu Anda menua dengan sehat dengan mencegah atau mengurangi risiko penyakit yang terkait dengan penuaan, seperti penyakit kardiovaskular dan demensia. Kafein dan senyawa lain dalam kopi memiliki efek anti-penuaan yang bekerja pada berbagai organ tubuh.

    Senyawa-senyawa ini dapat menghentikan produksi mammalian target of rapamycin (mTOR) yang terlibat dalam proses penuaan dan terkait dengan banyak penyakit yang berhubungan dengan usia.

    Selain itu, sebuah studi yang meneliti harapan hidup orang dewasa di Amerika Serikat menemukan bahwa mereka yang minum satu sampai dua cangkir kopi per hari rata-rata hidup sekitar dua tahun lebih lama dibanding yang tidak minum kopi.

  • Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2
  • Baik kopi berkafein maupun tanpa kafein sama-sama dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2, suatu kondisi yang dapat memperpendek umur. Senyawa fitokimia dalam kopi membantu menjaga fungsi hati dan pankreas. Kedua organ ini mengatur sensitivitas insulin.

    Insulin adalah hormon yang memungkinkan sel untuk mengambil glukosa dari darah untuk digunakan dalam produksi energi. Ketika tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin, resistensi insulin berkembang, yang menyebabkan kadar gula darah tinggi dan diabetes tipe 2.

    Dengan mendukung organ-organ yang terlibat dalam proses insulin, kopi dapat membantu menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2.

  • Menurunkan Risiko Beberapa Jenis Kanker
  • Kandungan antioksidan dan senyawa anti-inflamasi dalam kopi dapat menurunkan risiko terkena kanker tertentu. Konsumsi kopi telah dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena kanker hati. Bagi wanita dengan indeks massa tubuh lebih tinggi dari 25 (diklasifikasikan sebagai kelebihan berat badan), mengonsumsi lebih banyak kopi menurunkan risiko kanker endometrium.

    Penelitian lain menunjukkan bahwa wanita pascamenopause yang minum kopi dalam jumlah sedang setiap hari memiliki risiko lebih rendah terkena kanker hati dan payudara.

  • Mengurangi risiko penyakit kardiovaskular
  • Seiring bertambahnya usia, risiko penyakit jantung dan pembuluh darah ikut meningkat. Kondisi ini bisa berdampak besar pada kualitas hidup maupun harapan hidup seseorang.

    Meskipun kafein dapat menaikkan tekanan darah dan melebarkan pembuluh darah untuk sementara waktu, konsumsi kopi dalam batas wajar memiliki efek positif pada kesehatan jantung. Minum kopi dalam jumlah sedang dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular.

    Orang yang mengonsumsi kopi secara teratur terbukti memiliki risiko lebih rendah terkena tekanan darah tinggi, fibrilasi atrium (irama jantung abnormal), dan gagal jantung. Namun jangan konsumsi berlebihan, efeknya bisa berbalik merugikan.

  • Menjaga Kesehatan Hati
  • Kopi dapat membantu melindungi hati, organ penyaring tubuh. Hati yang sehat mendukung tubuh yang sehat dan umur panjang.

    Senyawa antioksidan yang ditemukan dalam kopi memiliki efek menguntungkan pada sel-sel hati dan dapat membantu mencegah kanker hati, memperlambat perkembangan penyakit hati seperti sirosis, dan bahkan dapat mengurangi kemampuan replikasi virus hepatitis C, virus yang dapat menyebabkan kerusakan hati.

  • Melindungi Fungsi Otak
  • Otak merupakan pusat kendali aktivitas tubuh, sehingga sangat menentukan kualitas hidup seseorang. Ketika fungsi otak terjaga, kemampuan berpikir, mengingat, dan mengambil keputusan juga akan berfungsi optimal. Dalam hal ini, kopi turut mendukung fungsi otak.

    Kandungan polifenol dan antioksidan di dalam kopi memiliki efek positif pada kesehatan otak. Sementara itu, kafein membantu meningkatkan daya ingat, kewaspadaan, dan kognisi, serta membantu proses, yaitu kemampuan otak untuk mengatur ulang dan membentuk jalur baru bahkan saat menua.

    Selain itu, berbagai senyawa neuroprotektif lain masih terus diteliti karena berpotensi menurunkan risiko pengembangan kondisi neurodegeneratif seperti demensia, Alzheimer, dan Parkinson.

    Demikian pembahasan 6 alasan medis kopi bikin panjang umur, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!

    Ilustrasi latihan massa otot. (Freepik)

    JAKARTA - Memasuki usia lanjut, kekuatan dan massa otot cenderung menurun secara alami. Kondisi ini dapat memengaruhi keseimbangan, mobilitas, hingga meningkatkan risiko jatuh. Karena itu, latihan otot menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup lansia.

    Aktivitas fisik yang tepat bukan hanya membantu tubuh tetap bugar, tetapi juga mendukung kesehatan tulang dan metabolisme.

    Dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Andhika Raspati, Sp.KO, menekankan bahwa latihan beban dapat menjadi pilihan olahraga yang efektif bagi lansia untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan massa otot.

    Dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, dr. Andhika menjelaskan bahwa berjalan kaki saja belum cukup optimal untuk membangun kekuatan otot.

    “Massa otot itu penting banget dan jalan tidak optimal untuk membangun otot. Makanya lansia pun mesti latihan beban. Saya punya pasien umur 88 tahun dengan osteoporosis, saya berikan latihan beban pakai botol air mineral ukuran 330 ml. Buat kita itu enggak ada apa-apanya, tapi buat si nenek itu bergetar,” kata dokter Andhika.

    Menurutnya, kombinasi latihan beban dan kardio bisa menjadi pilihan yang aman bagi lansia. Untuk kardio, sebaiknya memilih aktivitas dengan risiko benturan rendah seperti jalan santai, bersepeda statis, atau berenang.

    Sementara itu, latihan beban dapat dimulai dari intensitas ringan, misalnya menggunakan botol air mineral atau dumbbell seberat 1–2 kilogram, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.

    Dokter lulusan spesialis kedokteran olahraga Universitas Indonesia tersebut juga menyebutkan bahwa latihan beban tetap memungkinkan dilakukan oleh lansia dengan riwayat penyakit jantung, selama kondisi dalam keadaan stabil.

    Jenis gangguan jantung sendiri beragam, mulai dari gagal jantung, riwayat serangan jantung, penyempitan pembuluh darah, hingga gangguan katup. Meski demikian, latihan beban dinilai memiliki manfaat dalam membantu memperbaiki fungsi pembuluh darah.

    “Karena latihan beban juga memperbaiki fungsi pembuluh darah. Tapi satu, tidak dikerjakan saat serangan yang pasti. Jadi bisa dibilang dalam kondisi stabil mesti latihan beban,” tutur dia.

    Andhika mengingatkan agar latihan dilakukan secara terukur dan tidak berlebihan hingga menimbulkan rasa tidak nyaman atau jantung berdebar terlalu kuat.

    “Otot itu bagus buat lemak juga bagus pembakarannya meningkat. Tapi memang bebannya harus disesuaikan, enggak perlu sampai berdebar-debar banget. Dia akan memperbaiki fungsi pembuluh darah di tepi,” ujar dia.

    Ilustrasi pernikahan (foto: Pixabay/OlcayErtem)

    YOGYAKARTA – Banyak anak muda belakangan ini mengaku ragu bahkan takut membicarakan pernikahan. Istilah marriage is scary pun ramai dibahas di media sosial dan menjadi topik obrolan sehari-hari. Tak sedikit pula yang bertanya-tanya, apakah takut menikah itu wajar?

    Perasaan cemas terhadap komitmen jangka panjang sebenarnya bukan hal baru. Namun, paparan cerita negatif tentang rumah tangga, perceraian, hingga konflik pasangan membuat kekhawatiran ini terasa semakin nyata. Akibatnya, sebagian orang memilih menunda atau bahkan menghindari pernikahan karena takut gagal di kemudian hari.

    Apakah Takut Menikah Itu Wajar?

    Dihimpun dari berbagai sumber, secara psikologis, rasa takut terhadap pernikahan termasuk respons yang normal. Ketakutan biasanya muncul karena berbagai faktor, seperti pengalaman pribadi, latar belakang keluarga, serta pengaruh lingkungan dan media sosial. Setiap orang memiliki alasan berbeda yang membentuk persepsi mereka tentang pernikahan.

    Ketika seseorang pernah menyaksikan pertengkaran orangtua atau mengalami trauma dalam hubungan sebelumnya, wajar jika muncul keraguan untuk kembali berkomitmen. Begitu pula dengan maraknya berita tentang perselingkuhan atau perceraian di media sosial yang dapat memperkuat pandangan negatif terhadap pernikahan.

    Bagi sebagian orang, informasi tersebut mungkin hanya menjadi pengingat agar lebih berhati-hati dalam memilih pasangan. Namun, bagi yang memiliki pengalaman emosional kurang menyenangkan, paparan ini justru bisa memperbesar rasa takut dan membuat mereka enggan membuka diri.

    Selain faktor eksternal, pengalaman masa kecil juga berpengaruh besar. Anak yang tumbuh di lingkungan keluarga tidak harmonis cenderung membawa luka batin atau mental block saat dewasa. Tanpa disadari, hal ini dapat memengaruhi cara mereka memandang komitmen dan hubungan jangka panjang.

    Meski begitu, ketakutan ini tidak selalu buruk. Dalam kadar wajar, rasa takut justru membantu seseorang lebih selektif, realistis, dan berhati-hati sebelum mengambil keputusan besar seperti menikah. Yang perlu diwaspadai adalah ketika rasa cemas menjadi berlebihan hingga mengganggu kehidupan sehari-hari.

    Ketakutan bisa dikatakan tidak sehat apabila membuat seseorang menutup diri dari peluang menjalin hubungan, terus-menerus merasa cemas saat topik pernikahan dibahas, atau kesulitan belajar dan berkembang dalam relasi. Jika sudah seperti ini, dukungan profesional seperti psikolog atau konselor keluarga dapat membantu menemukan akar masalah sekaligus strategi mengatasinya.

    Bagaimana Cara Mengatasi Perasaan Takut Menikah?

    Untuk mengelola rasa takut terikat pernikahan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.

    • Pertama, kenali sumber kecemasan, apakah berasal dari pengalaman pribadi, tekanan sosial, atau pengaruh media.
    • Kedua, cobalah berdiskusi terbuka dengan pasangan agar kekhawatiran tidak dipendam sendiri.
    • Ketiga, hadapi ketakutan secara bertahap sambil membangun kepercayaan diri.
    • Terakhir, jadikan setiap hubungan sebagai proses belajar untuk tumbuh lebih matang secara emosional.

    Demikian penjelasan tentang apakah takut menikah itu wajar. Semoga informasi di atas bisa menambah wawasan pembaca. Untuk mendapatkan update berita menarik lainnya, kunjungi laman VOI.id.

    Kondisi Gaza/DOK UN News

    JAKARTA - Investigasi khusus yang dilakukan Al Jazeera berhasil mendokumentasikan menghilangnya sekitar 2.842 warga Palestina di Jalur Gaza sejak Israel menyerbu wilayah itu dan melakukan genosida.

    Laporan khusus itu mengaitkan fenomena menghilangnya warga Gaza tersebut dengan penggunaan senjata bersuhu sangat tinggi yang mampu menguapkan jaringan tubuh manusia. Investigasi bertajukThe Rest of the Storyyang ditayangkan pada Senin (9/2) mengutip data yang dihimpun tim Pertahanan Sipil Gaza sejak perang pecah pada Oktober 2023.

    Dokumentasi forensik korban hilang

    Dilansir ANTARA dari Anadolu, menurut laporan Al Jazeera, angka 2.842 warga Palestina yang diklasifikasikan sebagai “menguap” itu didasarkan pada dokumentasi lapangan, bukan sekadar perkiraan.

    Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, mengatakan kepada Al Jazeera tim penyelamat menggunakan metode eliminasi di lokasi serangan, dengan membandingkan jumlah orang yang diketahui berada di dalam bangunan yang menjadi sasaran dengan jumlah jenazah yang ditemukan setelahnya.

    “Jika sebuah keluarga memberi tahu kami ada lima orang di dalam, dan kami hanya menemukan tiga jenazah utuh, maka dua sisanya baru kami klasifikasikan sebagai ‘menguap’ setelah pencarian menyeluruh tidak menemukan apa pun selain jejak biologis,” kata Basal, merujuk pada percikan darah atau fragmen kecil seperti kulit kepala.

    Ia menegaskan klasifikasi tersebut dilakukan hanya setelah pencarian di bawah reruntuhan, rumah sakit, dan kamar jenazah tidak menemukan sisa tubuh yang dapat diidentifikasi.

    Keluarga mencari tanpa kepastian

    Investigasi itu juga memuat kesaksian warga Palestina yang mencari anggota keluarga mereka yang hilang akibat serangan Israel.

    Yasmin Mahani mengatakan ia menyusuri reruntuhan Sekolah al-Tabin di Gaza City saat fajar pada 10 Agustus 2024 untuk mencari putranya, Saad, setelah serangan Israel.

    “Saya masuk ke masjid dan mendapati diri saya menginjak daging dan darah,” ujar Mahani kepada Al Jazeera Arabic.

    Yasmin menuturkan ia mencari di rumah sakit dan kamar jenazah selama berhari-hari, namun tidak menemukan jejak putranya.

    “Kami tidak menemukan apa pun dari Saad. Bahkan tidak ada jenazah untuk dimakamkan. Itu yang paling berat.”

    Senjata bersuhu ekstrem

    Sejumlah pakar militer yang diwawancarai dalam investigasi tersebut mengaitkan kasus hilangnya korban dengan penggunaan sistematis senjata termobarik dan termal oleh Israel, yang kerap disebut sebagai bom vakum atau bom aerosol.

    Pakar militer Rusia, Vasily Fatigarov, menjelaskan senjata semacam itu menyebarkan awan bahan bakar yang kemudian menyala menjadi bola api besar, menghasilkan suhu dan tekanan ekstrem.

    “Untuk memperpanjang waktu pembakaran, bubuk aluminium, magnesium, dan titanium ditambahkan ke dalam campuran kimia,” kata Fatigarov. Ia menambahkan hal itu dapat meningkatkan suhu ledakan hingga antara 2.500 sampai 3.000 derajat Celsius.

    Laporan tersebut menyebutkan efek serupa juga dihasilkan oleh tritonal, campuran TNT dan bubuk aluminium yang digunakan dalam sejumlah bom buatan Amerika Serikat.

    Jenis amunisi yang teridentifikasi

    Investigasi itu mengidentifikasi sejumlah amunisi yang digunakan di Gaza, termasuk bom MK-84 buatan AS, bom penghancur bunker BLU-109, dan bom luncur presisi GBU-39.

    Menurut laporan tersebut, GBU-39 digunakan dalam serangan di Sekolah al-Tabin. Fatigarov mengatakan senjata itu dirancang agar struktur bangunan relatif tetap utuh, namun menghancurkan seluruh bagian dalam melalui gelombang tekanan dan panas.

    Basal menyebut tim Pertahanan Sipil menemukan fragmen yang sesuai dengan komponen GBU-39 di sejumlah lokasi serangan di mana jenazah tidak dapat ditemukan.

    “GBU-39 dirancang untuk menjaga struktur bangunan relatif tetap utuh, tetapi menghancurkan semua yang ada di dalamnya,” ujar Fatigarov. “Senjata ini membunuh melalui gelombang tekanan yang merobek paru-paru serta gelombang panas yang membakar jaringan lunak.”

    Investigasi itu juga menyebut penggunaan bom penghancur bunker BLU-109 dalam serangan Israel di al-Mawasi, wilayah yang sebelumnya dinyatakan Israel sebagai zona aman bagi warga Palestina yang mengungsi pada September 2024. Laporan tersebut menyatakan bom itu menyebabkan 22 orang “menguap”.

    Bom tersebut memiliki selubung baja dan sumbu tunda, sehingga menembus tanah atau bangunan sebelum meledak dengan campuran bahan peledak PBXN-109, menciptakan bola api besar di ruang tertutup dan membakar segala sesuatu dalam jangkauannya.

    Selain itu, laporan tersebut juga menyinggung bom MK-84 “Hammer”, bom tanpa pemandu seberat sekitar 900 kilogram yang diisi tritonal dan mampu menghasilkan panas hingga 3.500 derajat Celsius.

    Penjelasan medis

    Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Dr. Munir al-Bursh, menjelaskan dampak biologis dari senjata tersebut. Ia menyebut tubuh manusia terdiri atas sekitar 80 persen air.

    “Titik didih air adalah 100 derajat Celsius,” kata al-Bursh.

    “Ketika tubuh terpapar energi lebih dari 3.000 derajat disertai tekanan dan oksidasi masif, cairan tubuh langsung mendidih. Jaringan menguap dan berubah menjadi abu. Secara kimiawi, hal itu tak terhindarkan.”

    Implikasi hukum

    Pakar hukum yang dikutip dalam investigasi tersebut menyatakan penggunaan senjata yang tidak mampu membedakan antara warga sipil dan kombatan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang menurut hukum internasional.

    Pengacara Diana Buttu, dosen di Georgetown University di Qatar, mengatakan tanggung jawab tidak hanya berhenti pada Israel.

    “Ini adalah genosida global, bukan hanya genosida Israel,” ujarnya, seraya berpendapat pengiriman senjata secara berkelanjutan oleh pemasok asing menunjukkan adanya keterlibatan.

    “Kita melihat aliran senjata ini terus berlangsung dari Amerika Serikat dan Eropa. Mereka tahu senjata ini tidak membedakan antara petempur dan anak-anak, tetapi tetap mengirimkannya.”

    Ia menambahkan hukum internasional melarang penggunaan senjata yang tidak dapat membedakan antara warga sipil dan kombatan.

    Akuntabilitas dipertanyakan

    Investigasi itu menyebut temuan tersebut muncul meski Mahkamah Internasional pada Januari 2024 telah memerintahkan langkah sementara agar Israel mencegah tindakan genosida.

    Selain itu, Mahkamah Pidana Internasional pada November 2024 mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu.

    Guru besar hukum internasional Tariq Shandab menilai sistem peradilan internasional telah gagal dalam ujian Gaza.

    “Blokade terhadap obat-obatan dan makanan itu sendiri merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan,” katanya. Ia menambahkan prinsip yurisdiksi universal di pengadilan negara lain dapat menjadi jalur hukum alternatif jika ada kemauan politik.

    Bagi keluarga korban, definisi hukum tidak menghapus duka. Rafiq Badran, yang kehilangan empat anaknya dalam serangan Israel di kamp pengungsi Bureij, mengatakan ia hanya menemukan fragmen untuk dimakamkan.

    “Empat anak saya menguap begitu saja,” katanya kepada Al Jazeera. “Saya mencarinya berkali-kali. Tidak ada satu potong pun yang tersisa. Ke mana mereka pergi?”

    Diberdayakan oleh Blogger.