Menlu Jerman, Johann Wadephul bersama Menlu Israel, Gideon Saar di Yerusalem, Selasa 10 Maret 2026. (X @gidonsaar)

JAKARTA - Persahabatan Israel dengan Jerman nampaknya kental. Hal itu dibuktikan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, ke wilayah Israel di tengah operasi Zionis menyerang Iran.

Kedatangan Wadephul ini disambut antusias Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar. Kebersamaan keduanya diabadikan dalam akun resmi X milik Saar pada Selasa 10 Maret waktu setempat.

"Suatu kehormatan bagi saya untuk menjamu teman saya, Menteri Luar Negeri Jerman, @JoWadephul di Yerusalem," tulis Saar dalam unggahannya fotonya bersama Menlu Jerman.

Honored to host my friend German FM @JoWadephul in Jerusalem, the first FM to visit since Israel launched Operation 'Roaring Lion'. It reflects the strategic Israeli-German friendship. We also visited together the site of the Iranian missile attack in Beit Shemesh and met the… pic.twitter.com/yj0U3Kbh4n

— Gideon Sa'ar | גדעון סער (@gidonsaar) March 10, 2026

Menurut Saar, Wadephul menjadi menteri luar negeri pertama yang berkunjung ke Israel saat Zionis menggelar operasi militer memborbardir Iran bertajuk “Operation Roaring Lion” sejak 28 Februari 2026.

Keduanya juga dijadwalkan akan mengunjungi lokasi serangan rudal Iran di Beit Shemesh. Di sana, Menlu Jerman-Israel ini akan bertemu dengan sejumlah keluarga korban.

"Beliau adalah Menteri Luar Negeri pertama yang berkunjung sejak Israel meluncurkan Operasi 'Roaring Lion'. Hal ini mencerminkan persahabatan strategis Israel-Jerman," ujar Saar.

Presiden AS Donald Trump/FOTO White House via Wikimedia Commons

JAKARTA - Sejumlah penasihat Presiden Amerika Serikat (AS)Donald Trump mendesak orang nomor satu di AS itu untuk mencari jalan keluar yang cepat dari konflik dengan Iran dengan mengatakan tujuannya telah tercapai.

Pernyataan itu disampaikan The Wall Street Journal, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut pada Senin (9/3), di tengah kenaikan tajam harga minyak dan adanya kekhawatiran konflik berkepanjangan dapat memicu reaksi politik.

Pada Senin,Trumpjuga berjanji operasi militer AS terhadap Iran akan segera selesai.

Sejumlah pejabat pemerintahan Trump mengatakan penilaian mereka kepada The Wall Street Journal selama Teheran terus menyerang negara-negara di Timur Tengah dan Israel tetap siap menyerang target Iran, kecil kemungkinan, AS keluar dari konflik tersebut dengan mudah.

Seorang pejabat mengatakan presiden AS tidak akan menghentikan pertempuran sampai ia mencapai kemenangan yang memuaskannya. Pejabat itu juga menambahkan Trumpkerap terkejut dengan sikap Iran yang tidak bersedia mengakomodasi tuntutan AS dan Israel di bawah tekanan militer.

Pada 28 Februari, ASdan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

Liverpool bertandang ke markas Galatasaray pada leg pertama 16 besar Liga Champions (Instagram/@liverpoolfc).

JAKARTA - Arne Slot mengatakan Liverpool siap menghadapi deru suara yang menggelegar di Turki, setelah mengakui terkejut dengan atmosfer Liga Champions yang memekakkan telinga di kandang Galatasaray awal musim ini.

The Reds memulai kembali perjuangan mereka untuk meraih kejayaan di benua Eropa pada Rabu, 11 Maret 2026, dini hari WIB, di Rams Park yang dipastikan akan bergemuruh, tempat mereka menderita kekalahan 0-1 di fase liga pada September 2025.

Liverpool akan menghadapi lingkungan yang lebih panas lagi saat mereka kembali ke markas Galatasaray, yang bermain di babak 16 besar Liga Champions pertama mereka sejak 2014 dan didukung oleh kemenangan playoff gemilang melawan Juventus. Kemenangan kandang 5-2 yang menakjubkan di leg pertama memberikan kemenangan agregat 7-5 kontra Juventus.

Arne Slot tahu Galatasaray punya motivasi berlipat dan The Reds bakal menghadapi intensitas dari tribun maupun di lapangan.

"Para suporter di sini (kandang Galatasary) sangat mengesankan. Kami menyadari hal itu saat bermain di sini. Hal baiknya ialah kami sudah mengalaminya sekali."

"Itu hal yang positif meskipun para pemain Galatasaray mengalaminya di setiap pertandingan kandang. Bagi kami itu hal baru."

"Saat Anda menguasai bola, siulan penonton sangat keras, sangat keras! Itu hal baru bagi saya dan bahkan bagi semua pemain berpengalaman saya."

"Hal baiknya ialah kami sudah pernah mengalaminya, tetapi kami tidak hanya bermain melawan para suporter, 11 pemain yang sangat bagus dengan manajer yang sangat bagus," kata Manajer Liverpool itu.

Pertandingan melawan Galatasaray menandai laga ke-100 Arne Slot sebagai Manajer Liverpool.

"Saya sangat bangga menjadi manajer Liverpool dan ini akan menjadi pertandingan ke-100 saya. Saya rasa rekam jejak saya tidak buruk meskipun terkadang Anda mendapatkan perasaan yang berbeda tentang hal itu jika saya harus mendengarkan semuanya!"

"Senang rasanya pertandingan ke-100 ialah pertandingan yang bagus, yaitu Liga Champions, babak 16 besar, tandang melawan Galatasaray."

"Namun, seperti biasa, ini bukan tentang manajer, ini tentang para pemain. Saya mencoba mempersiapkan mereka sebaik mungkin seperti 99 pertandingan sebelumnya, tetapi para pemain yang harus tampil."

"Saya beruntung diberi tim yang sangat bagus musim lalu dan musim ini. Saya percaya sepenuhnya bahwa para pemain ini akan tampil di level yang biasa mereka tunjukkan di Liverpool," kata Arne Slot.

Arne Slot membawa skuad 21 pemain ke Turki, di mana kiper Alisson Becker dan Federico Chiesa absen.

"Federico juga tidak ikut sesi latihan. Dia merasa tidak enak badan (pada Minggu malam) jadi tidak berlatih bersama kami (pada hari Senin) dan tidak ikut bepergian bersama kami."

"Ali ikut sesi latihan, tetapi sayangnya merasakan sesuatu menjelang akhir sesi. Orang-orang melihatnya, kami memutuskan bersama bahwa kondisinya tidak cukup baik untuk bermain dan tidak ada gunanya melakukan perjalanan," kata Arne Slot.

Sementara itu, Arne Slot juga belum bisa memastikan apakah Alisson bisa fit untuk menghadapi Tottenham pada akhir pekan ini.

"Tentu ada peluang (bermain), ya, karena kami tidak mengharapkan itu menjadi masalah besar, tetapi kondisinya terlalu buruk untuk bisa bermain (melawan Galatasaray)," tuturnya.

Cedera Alisson berarti Giorgi Mamardashvili akan memulai pertandingan ke-11 sebagai starter musim ini.

Seberapa sering mencuci handuk (Gambar 8photo-Freepik)

YOGYAKARTA - Handuk adalah salah satu barang yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari setelah mandi, mencuci muka, hingga membersihkan tubuh setelah berolahraga, handuk menjadi barang penting dalam menjaga kebersihan pribadi.

Namun, seberapa sering mencuci handuk menjadi pertanyaan yang sering muncul di kalangan banyak orang. Dalam artikel ini, kami akan membahas tentang seberapa sering mencuci handuk, faktor-faktor yang mempengaruhi, dan tips untuk menjaga handuk tetap bersih dan tahan lama.

Mengapa Kebersihan Handuk Itu Penting?

Handuk yang tidak dicuci secara rutin dapat menjadi sarang bakteri, kuman, dan jamur. Setelah digunakan, handuk sering kali menyerap air yang membawa kotoran, keringat, dan minyak dari tubuh kita. Jika handuk dibiarkan lembap dan tidak dicuci dengan baik, maka dapat menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme. Selain itu, handuk yang kotor juga bisa menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan Anda.

Mencuci handuk secara teratur membantu menghindari hal-hal tersebut dan memastikan bahwa handuk yang Anda gunakan tetap bersih dan aman bagi kesehatan.

Seberapa Sering Mencuci Handuk?

Penting untuk mengetahui seberapa sering mencuci handuk agar tetap higienis tanpa merusak kualitasnya. Umumnya, disarankan untuk mencuci handuk setelah digunakan tiga hingga empat kali. Namun, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan untuk menentukan seberapa sering Anda perlu mencuci handuk.

  • Frekuensi Penggunaan
  • Jika Anda menggunakan handuk setiap hari, maka seberapa sering mencuci handuk dapat bergantung pada seberapa sering handuk tersebut terkena keringat, minyak, atau kotoran. Misalnya, handuk yang digunakan setelah berolahraga atau handuk wajah yang digunakan setelah mencuci muka setiap hari mungkin perlu dicuci lebih sering. Sementara itu, handuk yang hanya digunakan setelah mandi bisa dicuci setiap dua hingga tiga hari sekali.

  • Jenis Handuk
  • Beberapa jenis handuk, seperti handuk mandi, handuk wajah, atau handuk untuk gym, cenderung lebih cepat kotor dibandingkan dengan handuk yang digunakan untuk keperluan lainnya. Handuk wajah, misalnya, lebih rentan terhadap kotoran dan minyak dari kulit wajah. Oleh karena itu, handuk ini perlu dicuci lebih sering daripada handuk mandi biasa.

  • Kondisi Kelembapan
  • Lingkungan yang lembap adalah faktor yang mempercepat pertumbuhan bakteri dan jamur. Jika handuk dibiarkan dalam keadaan lembap terlalu lama, kemungkinan besar handuk akan cepat kotor dan berbau. Pastikan handuk dijemur dengan baik setelah digunakan. Di daerah yang lebih lembap, Anda mungkin perlu mencuci handuk lebih sering untuk menjaga kebersihannya.

  • Kondisi Kesehatan
  • Jika Anda atau anggota keluarga Anda sedang mengalami masalah kulit, seperti jerawat atau eksim, sangat disarankan untuk mencuci handuk lebih sering. Hal ini untuk mencegah penyebaran bakteri yang dapat memperburuk kondisi kulit.

    Tips Menjaga Handuk Agar Tetap Bersih dan Awet

    Untuk menjaga kebersihan dan ketahanan handuk Anda, ada beberapa tips yang dapat Anda terapkan selain seberapa sering mencuci handuk. Berikut adalah beberapa cara merawat handuk dengan benar:

  • Jemur Handuk dengan Baik: Setelah digunakan, pastikan handuk dijemur di tempat yang terkena sinar matahari langsung untuk menghindari pertumbuhan jamur. Hindari menggantung handuk di tempat lembap atau gelap.
  • Cuci dengan Suhu yang Tepat: Handuk sebaiknya dicuci dengan air panas untuk membunuh kuman dan bakteri. Namun, pastikan Anda mengikuti petunjuk perawatan pada label handuk agar bahan handuk tidak cepat rusak.
  • Jangan Gunakan Pelembut Pakaian Terlalu Banyak: Pelembut pakaian dapat membuat handuk terasa lembut, tetapi penggunaan yang berlebihan dapat mengurangi daya serap handuk. Sebaiknya gunakan pelembut pakaian secukupnya.
  • Cuci Handuk Terpisah: Untuk menjaga kualitas handuk, cuci handuk terpisah dari pakaian lain, terutama pakaian yang mengandung deterjen berlebihan atau bahan kimia keras. Hal ini akan menghindari kerusakan pada serat handuk.
  • Jangan Biarkan Handuk Terlalu Lama Digunakan: Handuk yang telah digunakan beberapa kali harus segera dicuci agar tetap higienis dan tidak menumpuk kotoran.
  • Mencuci handuk secara rutin adalah bagian penting dari menjaga kebersihan dan kesehatan. Untuk menjawab pertanyaan seberapa sering mencuci handuk, idealnya handuk mandi dicuci setiap tiga hingga empat kali pemakaian. Namun, faktor seperti jenis handuk, kondisi lingkungan, dan penggunaan harian dapat mempengaruhi seberapa sering Anda perlu mencucinya.

    Dengan mengikuti tips perawatan handuk yang tepat, Anda dapat memastikan bahwa handuk Anda tetap bersih, nyaman digunakan, dan memiliki umur yang panjang. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan kebersihan handuk agar tetap sehat dan bebas dari bakteri yang dapat membahayakan kesehatan Anda. Selain itu, Jangan Campur Handuk dengan Pakaian saat Mencuci

    Jadi setelah mengetahui seberapa sering mencuci handuk, simak berita menarik lainnya di VOI.ID, saatnya merevolusi pemberitaan!

    Mojtaba Khamenei/DOK Mohammad Mohsenifar (MEHR News Agency) via Wikimedia Commons

    JAKARTA - Mojtaba Khamenei, seorang ulama yang telah lama dipandang sebagaifigur paling berpengaruh namunjarang terlihat dalam struktur politik Iran, ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru Iran setelah ayahnya gugur dalam serangan udara ASdan Israel baru-baru ini.

    Ulama berusia 56 tahun itu dipilih oleh Majelis Ahli Iran, lembaga beranggotakan 88 orang yang menurut Konstitusi bertanggung jawab menunjuk otoritas politik dan keagamaan tertinggi negara.

    Pemilihannya mengikuti prosedur konstitusional yang telah ditetapkan, bukan melalui pewarisan kekuasaan secara turun menurun meskipun latar belakang keluarganya dan kedekatannya dengan mendiang Ayatollah Ali Khamenei sejak lama menempatkannya di pusat spekulasi mengenai suksesi kepemimpinan.

    Dengan penunjukan tersebut, Mojtaba menjadi pemimpin tertinggi ketiga Iran sejak Revolusi 1979 dan mengambil alih kepemimpinan saat konflik regional memanas dan ketidakpastian domestik meningkat.

    Masa awal dan latar belakang keluarga

    Diulas ANTARA, Mojtaba lahir pada 8 September 1969 di Kota Mashhad,timur laut Iran yang merupakan salah satu pusat keagamaan utama di negara itu.

    Ia merupakan putra kedua dari almarhum Ayatollah Ali Khamenei, yang telah memimpin Iran sebagai pemimpin tertinggi sejak tahun 1989 hingga tewasdalam serangan udara AS dan Israel lebih dari sepekan lalu.

    Mojtaba juga merupakan cucu dari ulama Sayyed Javad Khamenei.

    Tumbuh dalam lingkungan yang sarat dinamika politik, Mojtaba menyaksikan kebangkitan ayahnya sebagai tokoh penting dalam Revolusi Iran dan kemudian sebagai presiden negara tersebut sebelum menjabat sebagai pemimpin tertinggi.

    Mojtaba menikah dengan Zahra Haddad-Adel, putri Gholam-Ali Haddad-Adel, seorang politikus konservatif terkemuka dan mantan ketua parlemen yang saat ini memimpin salah satu lembaga kebudayaan utama di Iran.

    Zahra termasuk di antara korban yang gugur dalam serangan AS dan Israel yang menargetkan kompleks kediaman keluarga Khamenei di Ibu KotaTeheran.

    Mojtaba selamat dari serangan tersebut, namun juga kehilangan ibunya, saudara perempuannya, iparnya, serta para keponakan.

    Pendidikan dan pelatihan keulamaan

    Seperti banyak tokoh dalam kalangan ulama Iran, Mojtaba menempuh pendidikan keagamaan di kota Qom, pusat utama pembelajaran teologi Syiah di negara tersebut dan tempat berdirinya berbagai sekolah calon ulamaIran.

    Ia mempelajari fikih Islam dan teologi di bawah bimbingan sejumlah ulama konservatif terkemuka, termasuk Ayatollah Mahmoud Hashemi Shahroudi, Ayatollah Lotfollah Safi Golpaygani, dan Mohammad-Taqi Mesbah-Yazdi, seorang ahli ideologi berpengaruh yang membimbing banyak tokoh politik konservatif di Iran.

    Menurut para analis Iran, Mojtaba menghabiskan sebagian besar kariernya dengan mengajar di lembaga pendidikan calon ulama Qom, termasuk mengajar kelas fikih tingkat lanjut yang dikenal sebagaidars-e kharej, yang dianggap sebagai tingkat pendidikan tertinggi di lembaga pendidikan serupa.

    Sejumlah laporan terbaru menyebutkan Mojtaba sempat menghentikan sementara beberapa kelasnya karena alasan pribadi, meskipun hal itu tidak dapat dikonfirmasi secara independen.

    Meski telah lama berada dalam lingkungan ulama, Mojtaba tidak pernah memegang jabatan resmi di pemerintahan atau menjabat dalam posisi eksekutif maupun jabatan yang dipilih melalui pemilihan umum.

    Peran dan pengaruh

    Media internasional kerap menggambarkan Khamenei sebagai figurtertutup dengan kemungkinan pengaruh di balik layar.

    Minimnya penampilan publik memperkuat citra tersebut, karena hampir tidak ada pidato publik panjang, wawancara, atau manifesto politik yang menjelaskan secara rinci tentang pandangan-pandangannya.

    Nama Mojtaba secara berkala muncul dalam diskusi politik di Iran, biasanya terkait pemilihan presiden atau spekulasi mengenai kandidat yang mungkin ia dukung.

    Namun, Mojtaba sendiri jarang terlibat langsung dalam perdebatan politik di ruang publik. Penampilannya sebagian besar terbatas pada upacara resmi, peringatan nasional, dan pertemuan keagamaan yang diliput oleh media pemerintah Iran.

    Terakhir kaliia terlihat di depan publik adalah saat menghadiri aksi unjuk rasa pro-pemerintah setelah gelombang protes luas yang terjadi pada awal tahun ini.

    Menurut laporan di Iran, iajuga pernah ikut serta dalam Perang Iran-Irak pada akhir 1980-an ketika ayahnya menjabat sebagai presiden.

    Mojtaba dilaporkan bergabung dengan unit relawan saat masih muda, yang menjadi pengalaman pertamanya dalam urusan militer.

    Sejumlah media Barat juga mengaitkannya dengan Korps Garda Revolusi Islam, salah satu institusi paling berpengaruh di Iran, meskipun ia tidak memegang peran resmi dalam organisasi tersebut.

    Suksesi di tengah ancaman

    Mojtaba Khamenei mengambil alih kepemimpinan Iran pada salah satu momen paling bergejolak dalam sejarah modern Iran.

    Proses transisi ini juga dilakukan di tengah ancaman langsung dari Israel, yang para pemimpinnya bersumpah akan membunuh siapa pun pemimpin Iran yang dipilih untuk menggantikan Khamenei.

    "Setiap pemimpin yang dipilih oleh rezim Iran untuk melanjutkan rencana penghancuran Israel, mengancam Amerika Serikat, dunia bebas dan negara-negara di kawasan, serta menindas rakyat Iranakan menjadi target pasti untuk dibunuh, apa pun namanya dan di mana pun ia bersembunyi,” kata Kepala Pertahanan Israel Israel Katz melalui platform media sosial X.

    Ancaman tersebut menegaskan besarnya tekanan yang menyelimuti proses suksesi kepemimpinan di Iran dan menempatkan Mojtaba di pusat konfrontasi geopolitik yang melampaui batas-batas negara tersebut.

    Sumber: Anadolu

    Martin Pfister (duduk di sebelah kanan pintu) menjabat Menteri Pertahanan (Menhan) Swiss pemimpin Kepala Departemen Pertahanan, Perlindungan Sipil, dan Olahraga Federal Swiss. (X @SwissGov)

    JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Swiss Martin Pfister menyatakan serangan AS-Israel terhadap Iran melanggar hukum internasional.

    Menurut surat kabar SonntagsZeitung seperti yang dilaporkan Anadolu pada Minggu 8 Maret, Pfister menegaskan hal itu setelah AS-Israel menyerang banyak infrastruktur sipil hingga kilang minyak milik Iran.

    “Amerika dan Israel telah menyerang Iran dari udara. Dengan melakukan itu, mereka, seperti Iran, telah melanggar hukum internasional,” kata Pfister.

    Ia pun mendorong pihak-pihak yang menyebabkan situasi dan kondisi regional di Timur rengah mendidih segera menghentikan kekerasan dan melindungi penduduk sipil.

    Pfister juga memperingatkan bahwa Eropa dapat terseret ke dalam konflik AS-Israel vs Iran ini, tidak hanya melalui keterlibatan militer konvensional tetapi juga melalui perang asimetris seperti serangan teroris.

    “Ada risiko serangan teroris di Swiss. Selain itu, perang dapat memicu gelombang pengungsi yang juga akan mencapai kita,” klaim Pfister.

    Meskipun ia tidak percaya Swiss secara langsung terancam oleh rudal jarak jauh Iran, Pfister mengatakan kemungkinan kerusakan tambahan tidak dapat dikesampingkan.

    “Saat ini kita tidak memiliki apa pun untuk melindungi diri dari serangan jarak jauh,” tandasnya.

    Diberdayakan oleh Blogger.