Spanyol Sebut Israel Terapkan ‘Strategi Gaza di Lebanon
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menuding Israel menerapkan strategi militer yang sama di Lebanon selatan seperti di JalurGaza.
Karena itu, ia menegaskan Israel tidak bisa mempertahankan hubungan normal dengan Uni Eropa (EU) di tengah pelanggaran hak asasi manusia yang terus berlangsung.
"Ini akan sangat serius bagi stabilitas Timur Tengah dan bagi keamanan Israel sendiri," kata Albares kepada penyiar publik RTVE dilansir ANTARA dari Anadolu, Senin, 20 April.
Ia menjelaskan situasi di Lebanon mencerminkan pola "pencegahan kehidupan normal bagi warga Lebanon, penghancuran infrastruktur sipil, pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, perintah untuk pemindahan paksa penduduk sehingga mereka tidak dapat kembali, serta serangan oleh kedua belah pihak terhadap pasukan PBB di Lebanon.”
Situasi tersebut, menurut Albares, menunjukkan Israel berupaya menguasai sebagian dari negara berdaulat.
Ia memperingatkan Israel "sedang membawa Timur Tengah menuju perang abadi."
Albares juga mengulangi desakan Spanyol agar EU menangguhkan perjanjian asosiasi dengan Israel, yang akan ia perjuangkan pada pertemuan menlu EU pada Selasa (21/4).
“Israel harus memahami mereka tidak dapat memiliki hubungan normal ketika hak asasi manusia dilanggar secara terang-terangan,” ujarnya.
Tidak ikut campur di Hormuz
Beralih ke konflik regional yang lebih luas, Albares mengatakan Spanyol tidak akan berpartisipasi dalam operasi militer apa pun di Selat Hormuz, yang situasinya masih tegang meskipun telah disepakati gencatan senjata sementara antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel.
“Kami tidak akan ambil bagian dalam operasi militer apa pun di selat tersebut,” katanya.
Pekan lalu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan Inggris dan Prancis akan memimpin misi damai untuk melindungi Selat Hormuz setelah pertempuran di wilayah itu berakhir.
Albares menyerukan agar jalur maritim tersebut kembali menjadi “jalur yang bebas, aman, dan terbuka untuk semua kapal tanpa diskriminasi”.
Ia pun mendesak Iran untuk melanjutkan negosiasi dengan AS, melalui mediasi Pakistan, untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.