Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengenakan pin 'tali hukuman gantung' simbol dukunganya terhadap UU hukuman mati menargetkan warga Palestina. (X @itamarbengvir)

JAKARTA - Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, kembali mengunjungi kompleks Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem Timur yang diduduki, Minggu 12 April.

Menteri sayap kanan ekstrem Israel itu beribadah Talmud Yahudi ketika berada di dekat Kubah Batu kompleks Masjid Al Aqsa. Ben-Gvir pun mengaku merasa seperti pemilik kawasan tersebut.

“Hari ini, saya merasa seperti pemilik di sini,” kata Ben-Gvir dalam rekaman video yang didistribusikan oleh kementeriannya dikutip dari Al Jazeera.

Masjid Al Aqsa telah ditutup sejak serangan perdana Israel bersama AS terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Bahkan ketika Ramadan hingga Idulfitri 2026 tiba, umat muslim dilarang mengakses masjid tersebut.

Nasib yang sama juga dialami umat Kristen. Mereka dihalangi untuk beribadah masuk ke Gereja Makam Suci di Yerusalem.

Bahkan ketika hari raya Paskah 2026 tiba, Pemerintahan pendudukan Israel mengalangi ibadah umat Kristen dengan hanya memperbolehkan 15 anggota klerus yang diizinkan masuk ke dalam Gereja Makam Suci.

“Masih banyak yang harus dilakukan, banyak yang harus diperbaiki. Saya terus mendorong perdana menteri untuk berbuat lebih banyak lagi. Kita harus terus meningkat lebih tinggi lagi,” kata Ben-Gvir.

VIDEO | Israeli National Security Minister Itamar Ben-Gvir enters Al-Aqsa Mosque under heavy police cover to perform Talmudic rituals. pic.twitter.com/lrR5DGHQ0l

— The Cradle (@TheCradleMedia) April 12, 2026

Kementerian Luar Negeri Yordania merespons upaya Ben-Gvir ini melaggar status quo terhadap rumah-rumah ibadah di Kota Tua Yerusalem.

“Penodaan terhadap kesuciannya, eskalasi yang tercela, dan provokasi yang tidak dapat diterima,” bunyi pernyataan tersebut.

Di bawah kesepakatan resmi dan telah berlangsung selama beberapa dekade dengan otoritas Muslim, Masjid Al Aqsa dikelola oleh sebuah yayasan keagamaan Yordania, dan orang Yahudi boleh berkunjung tetapi tidak boleh beribadah di sana.

Sebelumnya, Ben-Gvir juga memasuki kompleks Masjid Al Aqsa di hari ke-38 umat Muslim dilarang masuk salah satu situs suci Islam itu tepatnya pada Senin 6 April 2026.

Pengamat industri mikro Chabibi Syafiuddin (VOI)

JAKARTA — Pengamat industri mikro Chabibi Syafiuddin menilai penanganan dugaan penyalahgunaan pita cukai rokok di Jawa Timur harus menyentuh akar persoalan, termasuk produksi rokok ilegal yang selama ini dinilai menjadi simpul utama pelanggaran di lapangan.

Menurut Chabibi, praktik “beternak pita cukai” yang tengah diusut Komisi Pemberantasan Korupsi bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menunjukkan adanya distorsi sistem yang bersifat terstruktur, bukan sekadar pelanggaran administratif biasa.

“Kalau pita cukai bisa beredar tidak sesuai kapasitas produksi, itu artinya ada permainan sistemik. Ini bukan kesalahan kecil, tapi pola yang terstruktur,” kata Chabibi dalam keteranganya, Sabtu 11 April.

Ia menegaskan, langkah KPK yang membongkar aliran dana dan mekanisme pengurusan cukai sudah tepat karena menyasar sisi hulu persoalan. Namun, menurut dia, penegakan hukum tidak boleh berhenti di sana.

Chabibi justru menyoroti peran Kepolisian Republik Indonesia yang dinilai belum menunjukkan ketegasan dalam menindak produksi rokok ilegal di lapangan.

“Rokok ilegal itu barang fisik. Pabriknya ada, jalurnya jelas. Kalau ini tidak disentuh, publik berhak curiga ada yang tidak beres,” katanya.

Ia menekankan, kondisi saat ini tidak memberi ruang bagi aparat untuk bergerak lambat, terlebih ketika peta persoalan sudah mulai dibuka oleh KPK.

“KPK sudah membuka peta. Kalau Polri masih tertinggal, itu bukan soal teknis lagi, tapi soal kemauan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Chabibi mengingatkan bahwa membiarkan produksi ilegal tetap berjalan hanya akan memperkuat jaringan kejahatan ekonomi terorganisir.

“Kalau hulu dibongkar tapi hilir dibiarkan, maka ini hanya setengah penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga menilai, rencana pemeriksaan ratusan perusahaan rokok skala UMKM di Madura berpotensi tidak efektif jika tidak dibarengi langkah tegas terhadap produksi ilegal.

“Jangan sampai penindakan justru menyasar yang kecil, sementara produksi ilegal yang jelas-jelas melanggar dibiarkan. Itu tidak adil dan tidak menyelesaikan masalah,” kata Chabibi.

Karena itu, ia mendorong aparat penegak hukum bergerak simultan, membongkar aliran dana sekaligus menutup jalur produksi ilegal agar penegakan hukum benar-benar menyentuh akar persoalan.

Tenda pengungsian di Gaza/ © WFP/Maxime Le Lijour

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak komunitas internasional agar isu Palestina tidak diabaikan di tengah situasi yang berkembang cepat di Timur Tengah.

Juru bicara Kemlu Rusia, Maria Zakharova, mengatakan mengabaikan "isu inti" dan menggantinya dengan solusi sementara atau menunda penyelesaiannya, akan memicu berlanjutnya siklus kekerasan dan konfrontasi.

Dilansir ANTARA dari WAFA, Sabtu, 11 April, Zakharova menegaskan isu Palestina merupakan "inti krisis Timur Tengah" dan memperingatkan agar tidak terpinggirkan oleh dinamika politik dan militer saat ini.

Menurutnya, mengesampingkan isu tersebut dari agenda regional berisiko menyebabkan destabilisasi jangka panjang dengan dampak global.

Zakharova juga menyoroti situasi yang memburuk di Jalur Gaza dan Tepi Barat, yang dinilai melemahkan upaya mencapai solusi dua negara.

Ia kembali mendesak komunitas internasional untuk memprioritaskan penyelesaian isu Palestina dan memperkuat kerja sama.

Rusia, katanya, akan terus mendorong solusi politik dan diplomatik bagi konflik tersebut.

Dampak serangan Israel di Beirut Lebanon/ © UNHCR/Houssam Hariri

JAKARTA - UNICEF memperingatkan meningkatnya serangan Israel di Lebanon terus menimbulkan dampak yang merusak dan tidak manusiawi bagi anak-anak.

Badan PBB itu menyebut serangan udara Israel pada Rabu menewaskan 33 anak dan melukai 153 lainnya, menurut laporan.

Jumlah total anak yang tewas atau terluka mencapai sekitar 600 sejak eskalasi kembali terjadi pada 2 Maret.

UNICEF menyatakan anak-anak masih dievakuasi dari bawah puing-puing, sementara lainnya hilang atau terpisah dari keluarga.

Lembaga itu juga menyoroti trauma psikologis di kalangan anak-anak yang kehilangan orang terkasih, rumah, dan rasa aman.

Lebih dari 1 juta orang mengungsi di Lebanon, termasuk sekitar 390.000 anak, banyak di antaranya mengungsi berulang kali.

UNICEF menyebut pihaknya memperluas respons darurat di Beirut, termasuk layanan medis, distribusi bantuan, serta dukungan bagi anak-anak melalui tim mobile dan fasilitas kesehatan.

UNICEF memperingatkan aksi militer yang berlanjut dapat mengganggu upaya gencatan senjata dan stabilitas jangka panjang, serta mendesak perlindungan lebih kuat bagi warga sipil, terutama anak-anak.

Sumber: WAFA

ILUSTRASI UNSPLASH/Grigore Stegarescu

JAKARTA - Kementerian Energi Moldovamenyatakan cadangan bensin di negaranya diperkirakan hanya cukup untuk 16 hari, sedangkan cadangan elpiji cukup untuk 17 hari dan cadangan bahan bakar dieseluntuk lima hari.

Sebelumnya, pemerintah di negara Eropa timur itu telah menetapkan status siaga tinggi di sektor energi, dengan alasan risiko keamanan di tengah eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah serta adanya potensi fluktuasi harga.

"Cadangan bahan bakar untuk konsumsi bensin cukuphingga 16 hari, untuk konsumsi elpiji 17 hari, dan konsumsi bahan bakar diesel lima hari," kata kementerian tersebut dilansir ANTARA dari Sputnik, Jumat, 10 April.

Kementerian Energi Moldova menjelaskan lebih dari 1.300 ton bensin dan 2.400 ton bahan bakar diesel diimpor ke negara itu pada Selasa ((7/4).

Selasa itu juga, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan ia telah menyetujui gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu)Iran Abbas Araghchi pada Rabu (8/4) mengatakan Selat Hormuz—yang menangani sekitar 20 persen pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair (LNG) global—akan kembali dibuka.

Ilustrasi (Freepik)

YOGYAKARTA - Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan. Teknologi ini semakin canggih dan terasa dekat dengan aktivitas sehari-hari. Namun, ada satu konsep yang jauh lebih ambisius dari AI yaitu Artificial General Intelligence atau AGI.

AGI sering disebut sebagai bentuk AI yang mendekati kecerdasan manusia. Saat ini, para ilmuwan masih terus mengembangkan berbagai teknologi untuk mewujudkannya. Untuk memahami lebih jauh apa itu AGI, simak pembahasan berikut.

Apa Itu AGI?

Dilansir dari Amazon Web Services, AGI adalah bidang penelitian AI teoretis yang bertujuan membuat perangkat lunak dengan kecerdasan mirip manusia. Sistem ini dirancang agar dapat belajar secara mandiri dan menyelesaikan berbagai jenis tugas, bahkan yang belum pernah dilatih sebelumnya.

Berbeda dengan AI saat ini yang bekerja berdasarkan parameter tertentu, AGI memiliki kemampuan adaptasi yang jauh lebih luas. Ia diharapkan mampu memahami konteks, mengambil keputusan, serta belajar sendiri seperti halnya manusia.

AGI dibayangkan sebagai sistem memiliki kontrol otonom, pemahaman diri, dan kemampuan belajar hal baru. Artinya, sistem ini tidak hanya menjalankan perintah, tetapi juga memahami apa yang sedang dilakukannya. Ia dapat belajar mandiri untuk memecahkan masalah kompleks yang tidak diajarkan saat pembuatannya.

Namun, hingga saat ini AGI masih berupa konsep teoretis. Belum ada sistem yang benar-benar mencapai tingkat kecerdasan seperti manusia. Meski begitu, perkembangan teknologi saat ini menunjukkan AGI bukanlah hal yang tidak mungkin dicapai.

Perbedaan AGI dengan AI

Untuk lebih memahami AGI, kita perlu membandingkannya dengan AI yang kita gunakan saat ini. AI yang ada saat ini umumnya termasuk dalam kategori Narrow AI atau Weak AI yakni sistemnya hanya dirancang untuk menyelesaikan tugas tertentu.

Sebagai contoh, AI yang dilatih untuk membuat gambar tidak otomatis bisa menulis artikel atau membuat aplikasi. Setiap kemampuan membutuhkan pelatihan dan data yang berbeda.

Sebaliknya, AGI dirancang untuk mampu berpindah dari satu tugas ke tugas lain tanpa intervensi manual. Sistem ini dapat belajar sendiri dan menerapkan pengetahuan yang dimilikinya ke berbagai bidang. Kemampuan inilah yang membuat AGI lebih mirip dengan cara kerja otak manusia.

Dalam dunia teknologi, AGI juga sering disebut sebagai Strong AI yakni sebuah sistem yang memiliki kemampuan kognitif mirip manusia. Sementara itu, AI yang ada sekarang masih terbatas pada fungsi tertentu.

Teknologi di Balik Pengembangan AGI

Masih dilansir dari situs yang sama, berikut beberapa teknologi yang terus dikembangkan para peneliti untuk mewujudkan AGI:

  • Deep Learning
  • Deep learning yaitu metode pelatihan jaringan saraf dengan beberapa lapisan yang memungkinkan mesin memahami pola kompleks dari data dalam jumlah besar.

  • Generative AI
  • Teknologi ini memungkinkan sistem menciptakan konten dari hal yang telah dipelajari seperti teks, gambar, ataupun suara yang menyerupai karya manusia.

  • Natural language processing (NLP)
  • NLP memungkinkan sistem dapat memahami dan menghasilkan bahasa manusia. Hal ini penting agar sistem dapat berkomunikasi dan memahami hubungan kontekstual mereka.

  • Visi Komputer
  • Teknologi memungkinkan sistem dapat melihat dan memahami informasi visual dari dunia nyata. Contohnya, mobil self-driving yang mampu mengenali jalan dan menghindari hambatan.

  • Robotika
  • Sistem robotika memungkinkan AGI berinteraksi langsung dengan lingkungan fisik. Melalui robot, kecerdasan buatan tidak hanya berpikir tetapi juga bisa melakukan aktivitas tertentu layaknya manusia.

    Semua teknologi di atas saling melengkapi dalam membangun sistem yang lebih kompleks dan adaptif. Meskipun AGI masih bersifat teoritis, pencapaian teknologi saat ini terus membawa kita semakin dekat ke arah itu.

    Selain pembahasan soal AGI, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!

    Diberdayakan oleh Blogger.