Presiden AS Donald Trump bersama utusan AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff/FOTO White House via Wikimedia Commons

JAKARTA - Utusan Khusus Steve Witkoff memastikan Amerika Serikat (AS) akan menggelar pertemuan dengan Iran setidaknya "pekan ini”. Presiden Donald Trump saat ini dilaporkan menginginkan "kesepakatan damai" di tengah serangan AS-Israel yang masih berlangsung.

“Kami memperkirakan akan ada pertemuan pekan ini dan tentu berharap hal itu terwujud. Kapal-kapal mulai melintas, ini merupakan tanda positif, dan saya rasa presiden menginginkan kesepakatan damai,” kata Steve Witkoff dalam pernyataannya di sebuah forum investasi di Miami.

“Inilah yang saya maksud dengan negosiasi, dan kami tidak akan berhenti sampai proses ini tuntas. Kami juga telah mengajukan hal tersebut,” sambungnya dilansir ANTARA dari Anadolu, Sabtu, 28 Maret.

Sementara itu, secara terpisah, Trump mengklaim Iran ingin mengadakan pembicaraan.

"Mereka dihancurkan. Mereka ingin bicara, dan kami juga menginginkannya, sekarang mereka ingin membuat kesepakatan," katanya.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan Washington memperkirakan akan menyelesaikan kampanye militernya melawan Iran “dalam hitungan pekan, bukan bulan,” dan AS dapat mencapai tujuannya tanpa mengerahkan pasukan di lapangan.

AS dan Israel telah melakukan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari, yang menewaskan lebih dari 1.340 orang.

Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah aset militer AS, sehingga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar dan penerbangan global.

Selain itu, setidaknya 13 anggota militer AS telah tewas sejak perang dimulai, dalam konflik yang telah menaikkan harga energi dan mempengaruhi pengiriman melalui Selat Hormuz.

ILUSTRASI UNSPLASH/Laura Siegal

JAKARTA - Palestina menyerukan intervensi internasional guna mencegah penggusuran paksa terhadap lebih dari 200 keluarga Palestina di Yerusalem.

Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan warga di lingkungan Silwan menghadapi ancaman penggusuran dari rumah mereka oleh warga Israel yang telah merampas tanah Palestina.

“Lebih dari 200 keluarga Palestina, yang terdiri dari sekitar 900 orang di Yerusalem Timur, menghadapi ancaman penggusuran dan pengusiran paksa, sebagian besar akibat tuntutan hukum yang diajukan ke pengadilan Israel oleh organisasi pemukim ekstremis,” katanya dilansir ANTARA dari Anadolu, Sabtu, 28 Maret.

Menurut kementerian, pengadilan Israel digunakan “sebagai alat untuk memperkuat situasi ilegal yang belum pernah terjadi sebelumnya dan memberikan legitimasi semu di Kota Suci,” seraya menambahkan “pengadilan pendudukan adalah bagian dari praktik kriminal pendudukan.”

Mereka mencatat adanya peningkatan penggusuran paksa yang menyasar warga Palestina di wilayah pendudukan Yerusalem, dan mengutuk keras penggusuran 15 keluarga pekan lalu dari lingkungan Batn al-Hawa di Silwan, serta perintah pembongkaran tujuh rumah di Qalandiya.

Pernyataan itu menyebutkan pembangunan di Yerusalem adalah bagian dari rencana “yang bertujuan untuk melakukan Yahudisasi terhadap Kota Suci, menggusur rakyat Palestina, dan mengubah komposisi demografinya.”

Kementerian menyerukan komunitas internasional untuk bertindak, Palestina mendesak negara-negara dan organisasi internasional untuk mengambil “langkah yang lebih tegas dan konkrit” untuk mencegah penggusuran paksa yang sedang berlangsung dan menyerukan agar semua tindakan Israel dinyatakan tidak sah secara hukum.

Mereka juga mendesak komunitas internasional untuk melakukan tekanan diplomatik dan memperkuat kehadirannya di lapangan.

PBB mengatakan pada 26 Maret pasukan Israel mengusir paksa setidaknya 16 keluarga Palestina dari daerah Batn al-Hawa di Silwan.

Pasukan Israel setiap hari melakukan pelanggaran terhadap gencatan senjata yang diberlakukan sejak 10 Oktober, yang telah menewaskan 691 orang dan melukai 1.876 lainnya menurut data Kementerian Kesehatan Palestina.

Israel melancarkan perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023, menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina, melukai sekitar 172.000 lainnya, dan menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil.

Ginseng jawa (Pixabay/@naturepost)

YOGYAKARTA - Ginseng jawa atau talinum paniculatum merupakan tanaman herbal yang kaya manfaat untuk kesehatan. Tanaman ini telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional, salah satunya untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Ginseng jawa mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin, mineral, antioksidan, asam amino, dan senyawa bioaktif yang berperan penting bagi kesehatan tubuh. Lalu, apa saja manfaat ginseng jawa untuk kesehatan? Berikut pembahasannya.

7 Manfaat Ginseng Jawa untuk Kesehatan

Dilansir dari berbagai sumber, berikut tujuh manfaat ginseng jawa untuk kesehatan yang perlu Anda ketahui:

  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Ginseng jawa diyakini mampu membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kandungan antioksidan, antibakteri, dan antivirus di dalamnya bekerja melawan kuman penyebab penyakit. Hal ini membuat tubuh lebih tahan terhadap infeksi sehari-hari.

    Selain itu, konsumsi ginseng jawa juga diyakini dapat membantu mempercepat proses pemulihan saat flu. Ginseng jawa juga disebut membantu mengoptimalkan kinerja sel darah putih dalam melawan virus sehingga imunitas lebih kuat kuat menghadapi berbagai gangguan kesehatan.

  • Menurunkan kadar gula darah
  • Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ginseng jawa berpotensi membantu menurunkan kadar gula darah. Senyawa aktif di dalamnya dapat meningkatkan sensitivitas insulin sehingga tubuh lebih efektif dalam mengolah glukosa. Ini menjadi kabar baik, terutama bagi mereka yang ingin menjaga kadar gula tetap stabil.

    Meski demikian, penggunaan ginseng jawa untuk penderita diabetes tidak boleh sembarangan. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar tidak terjadi interaksi dengan obat medis.

  • Menambah energi
  • Ginseng jawa sering dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan energi secara alami. Kandungan nutrisinya membantu tubuh memproduksi energi lebih cepat, sehingga cocok bagi kamu yang sering merasa lelah. Efek ini membuat tubuh terasa lebih segar dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

  • Mendukung kesuburan pria
  • Secara turun-temurun, ginseng jawa digunakan sebagai herbal untuk membantu menjaga kesehatan sistem reproduksi pria. Ekstraknya diyakini dapat meningkatkan jumlah dan kualitas sel sperma, termasuk menjaga bentuk sperma tetap normal.

    Penelitian terhadap hewan menunjukkan kandungan saponin berperan dalam merangsang pembentukan sel sperma baru. Namun hasil ini masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pada manusia.

  • Melancarkan produksi ASI
  • Bagi ibu menyusui, ginseng jawa dipercaya dapat membantu memperlancar produksi ASI. Penelitian menemukan kandungan senyawanya meningkatkan produksi hormon prolaktin. Hormon ini berperan penting dalam produksi ASI. Meski demikan, tetap harus dikonsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi tanaman ini.

  • Memelihara kesehatan otak
  • Ginseng jawa mengandung antioksidan dan berbagai nutrisi yang membantu melindungi sel-sel otak dari kerusakan. Nutrisi di dalamnya mendukung fungsi kognitif seperti konsentrasi dan daya ingat.

    Selain itu, konsumsi ginseng jawa diyakini dapat membantu menurunkan risiko penurunan fungsi otak seiring bertambahnya usia atau mencegah terjadinya pikun.

  • Menjaga kesehatan jantung
  • Ginseng jawa juga memiliki potensi dalam menjaga kesehatan jantung. Kandungan antioksidannya membantu mencegah oksidasi kolesterol jahat yang dapat memicu penyakit kardiovaskular. Selain itu, tanaman ini juga dapat membantu menurunkan tekanan darah.

    Demikian pembahasan berbagai manfaat ginseng jawa untuk kesehatan. Dari uraian di atas, kita bisa mengetahui bahwa ginseng memiliki manfaat cukup beragam untuk menunjang gaya hidup sehat. Meski demikian, konsumsi tidak boleh sembarangan dan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

    Selain pembahasan manfaat ginseng jawa untuk kesehatan, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!

    Tanda pria kurang dewasa secara emosional (Gambar Depositphotos)

    YOGYAKARTA - Dalam sebuah hubungan, kedewasaan emosional memegang peran yang sangat penting. Banyak orang menilai pasangan dari perhatian, status pekerjaan, atau cara berbicara. Padahal, yang sering menentukan kualitas hubungan dalam jangka panjang justru adalah kestabilan emosi. Karena itu, memahami tanda pria kurang dewasa secara emosional menjadi hal yang penting agar Anda tidak terjebak dalam hubungan yang melelahkan secara mental.

    Pria yang belum matang secara emosional biasanya tidak selalu terlihat kasar atau buruk. Bahkan, pada awalnya ia bisa tampak menyenangkan, lucu, dan penuh perhatian. Namun, seiring waktu, pola sikapnya mulai menunjukkan bahwa ia belum mampu mengelola perasaan, menghadapi konflik, atau bertanggung jawab atas tindakannya. Berikut beberapa tanda pria kurang dewasa secara emosional yang patut Anda waspadai.

    Tanda Pria Kurang Dewasa Secara Emosional
  • Sulit Mengakui Kesalahan
  • Salah satu ciri paling jelas adalah ketidakmampuan untuk berkata, “Ya, saya salah.” Pria yang kurang dewasa secara emosional cenderung defensif ketika dikritik. Alih-alih menerima masukan, ia justru menyalahkan keadaan, pasangan, atau orang lain. Sikap seperti ini membuat masalah kecil berkembang menjadi konflik yang berkepanjangan.

    Kemampuan mengakui kesalahan menunjukkan kedewasaan, karena itu berarti seseorang cukup kuat untuk bertanggung jawab atas perilakunya. Jika ia selalu mencari kambing hitam, itu bisa menjadi pertanda bahwa emosinya belum matang.

  • Mudah Marah karena Hal Sepele
  • Emosi yang tidak stabil sering terlihat dari cara seseorang merespons hal-hal kecil. Misalnya, ia langsung kesal ketika rencana berubah, tersinggung karena candaan ringan, atau marah hanya karena pesan tidak dibalas cepat. Reaksi yang berlebihan seperti ini menunjukkan bahwa ia belum mampu mengelola frustrasi dengan baik.

    Dalam hubungan yang sehat, seseorang seharusnya bisa membedakan mana masalah besar dan mana hal yang sebenarnya bisa dibicarakan dengan tenang. Jika ia terus-menerus meledak, itu termasuk tanda pria kurang dewasa secara emosional yang tidak boleh diabaikan.

  • Menghindari Pembicaraan Serius
  • Pria yang belum matang secara emosional biasanya nyaman pada obrolan ringan, tetapi gelisah ketika harus membahas komitmen, masa depan, atau masalah dalam hubungan. Ia bisa mengganti topik, bercanda berlebihan, atau bahkan menghilang ketika pembicaraan mulai serius.

    Padahal, hubungan yang sehat membutuhkan komunikasi terbuka, termasuk saat membahas hal yang tidak nyaman. Jika setiap diskusi penting selalu dihindari, hubungan akan berjalan tanpa arah yang jelas.

  • Ingin Dimengerti, tetapi Tidak Mau Mengerti
  • Hubungan bukan hanya soal didengar, tetapi juga tentang mendengarkan. Salah satu tanda pria kurang dewasa secara emosional adalah selalu menuntut dipahami, namun tidak memiliki empati yang sama kepada pasangannya. Ia ingin dimaklumi ketika sedang lelah, marah, atau sibuk, tetapi ketika pasangannya mengalami hal serupa, ia justru cuek atau meremehkan.

    Kurangnya empati membuat hubungan terasa timpang. Salah satu pihak terus memberi ruang, sementara pihak lain hanya ingin menjadi pusat perhatian.

  • Sering Bersikap Kekanak-kanakan saat Konflik
  • Saat konflik muncul, pria yang dewasa biasanya akan berusaha menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Sebaliknya, pria yang kurang dewasa bisa memilih diam berhari-hari, menghilang tanpa penjelasan, sengaja membuat pasangannya cemburu, atau melempar sindiran di media sosial. Reaksi seperti ini menunjukkan bahwa ia belum mampu menghadapi konflik secara sehat.

    Konflik seharusnya menjadi jalan untuk saling memahami, bukan ajang balas sikap. Jika setiap masalah justru direspons dengan drama, hubungan akan terasa menguras energi.

  • Tidak Konsisten antara Ucapan dan Tindakan
  • Ia mudah berjanji, tetapi sulit menepati. Hari ini mengatakan serius, besok bersikap seolah tidak ada ikatan. Ketidakkonsistenan ini sering membuat pasangan bingung dan merasa tidak aman. Dalam konteks emosional, konsistensi adalah bentuk tanggung jawab.

    Ketika seseorang matang secara emosional, ia memahami bahwa kata-kata memiliki bobot. Jika ia terus berubah-ubah tanpa alasan yang jelas, itu bisa menjadi sinyal bahwa ia belum siap menjalani hubungan yang stabil.

  • Selalu Ingin Menang Sendiri
  • Pria yang kurang dewasa secara emosional sering menganggap perbedaan pendapat sebagai ancaman. Ia ingin selalu benar, sulit berkompromi, dan merasa kalah jika harus mengalah. Padahal, dalam hubungan, tujuan utama bukan memenangkan argumen, melainkan menemukan solusi terbaik untuk kedua pihak.

    Sikap egois semacam ini lama-kelamaan dapat membuat pasangan merasa tidak dihargai. Karena itu, mengenali tanda pria kurang dewasa secara emosional sejak awal dapat membantu Anda membuat keputusan yang lebih bijak.

    Memahami tanda pria kurang dewasa secara emosional bukan berarti menghakimi seseorang secara sepihak. Setiap orang bisa bertumbuh dan belajar menjadi lebih matang. Namun, Anda tetap perlu peka terhadap pola sikap yang berulang, terutama jika hal itu mulai mengganggu ketenangan batin dan kualitas hubungan. Selain itu, sudahkah Anda MengenalManchild: Pria Dewasa yang Kekanak-kanakan?

    Hubungan yang sehat membutuhkan dua orang yang sama-sama siap bertanggung jawab, berkomunikasi dengan baik, dan mengelola emosi secara dewasa. Jadi, jika Anda mulai melihat beberapa tanda di atas, jadikan itu bahan pertimbangan untuk melangkah dengan lebih hati-hati.

    Jadi setelah mengetahui tanda pria kurang dewasa secara emosional, simak berita menarik lainnya di VOI.ID, saatnya merevolusi pemberitaan!

    Pasukan Garda Revolusi Islam Iran/IRGC/DOK Hossein Zohrevand via Wikimedia Commons

    JAKARTA - Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali memaparkan sejumlah tuntutan Teheran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah, sebagaimana sebelumnya dilaporkan media Iran.

    Adapun kantor berita Tasnim, sebelumnya, melaporkan Iran telah mengirimkan tanggapanresmi atas rencana perdamaian Amerika Serikat (AS) demi mengakhiri permusuhan, dan Teheran saat ini tengah menunggu respons Washington.

    "Gencatan senjata yang langgeng memerlukan terpenuhinya tuntutan politis dan hukum sebagai berikut, berakhirnya agresi dan teror, kemudian adanya jaminan objektif perang tidak akan terulang kembali," kata Jalali, menjabarkan syarat-syarat gencatan senjata pihak Iran melalui media sosial X dilansir ANTARA dari Sputnik, Jumat, 27 Maret.

    Iran juga menuntut kompensasi penuh atas segala kerugian dan kerusakan yang terjadi serta "penghormatan terhadap yurisdiksi hukum Iran di Selat Hormuz untuk menjamin keamanan maritim internasional".

    Menurut Dubes Jalali, perdamaian hanya akan tercapai jika semua syarat tersebut terpenuhi.

    Ia juga menegaskan Iran akan terus menggunakan haknya untuk membela diri hingga sumber-sumber ancaman sepenuhnya diberantas.

    Namun, selain sejumlah syarat yang disampaikan Dubes Jalali, laporan media juga menyebut adanya tuntutan dari Teheran agar segala permusuhan juga diakhiri terhadap sekutu-sekutu Iran di kawasan.

    Pada 28 Februari lalu, AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran, termasuk Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.

    Iran lantas melancarkan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan pangkalan militer milik Amerika yang berada di kawasan Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

    Presiden AS Donald Trump/FOTO White House via Wikimedia Commons

    JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meyakini konflik dengan Iran kini berada di tahap akhir dan dia berharap akan berakhir beberapa pekan mendatang.

    Menurut laporan Wall Street Journal yang mengutip sumber, Trump mengatakan hal itu kepada para penasihatnya dan mendesak mereka untuk tetap berpegang pada kerangka waktu yang telah diumumkan pada publik, yaitu empat hingga enam pekan.

    Dilansir ANTARA dari Sputnik, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada Rabu, 25 Maret, mengatakan Trump akan mengunjungi Beijing pada 14-15 Mei untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping.

    Perwakilan Gedung Putih pun telah menetapkan pertemuan antara Trump dan Jinping di Beijing pada pertengahan Mei, dengan harapan konflik dengan Iran dapat selesai sebelum KTT itu dimulai, menurut laporan tersebut.

    Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika yang berada di Timur Tengah.

    Diberdayakan oleh Blogger.