Seberapa sering menyiram kaktus di dalam rumah (Gambar Freepik)

YOGYAKARTA - Banyak orang menyukai kaktus karena tampilannya unik, perawatannya sederhana, dan cocok dijadikan tanaman hias di dalam rumah. Namun, meskipun dikenal tahan banting, kaktus tetap bisa rusak jika dirawat dengan cara yang keliru. Salah satu kesalahan paling umum adalah terlalu sering menyiram. Karena itu, memahami seberapa sering menyiram kaktus di dalam rumah menjadi hal penting agar tanaman tetap sehat, kokoh, dan tidak membusuk.

Kaktus adalah tanaman yang mampu menyimpan air di batangnya. Kemampuan ini membuatnya tidak membutuhkan penyiraman sesering tanaman hias lain. Di habitat aslinya, kaktus terbiasa hidup di lingkungan kering dengan curah hujan rendah. Saat diletakkan di dalam rumah, kebutuhan airnya justru bisa lebih sedikit lagi karena penguapan berlangsung lebih lambat dibandingkan di luar ruangan.

Seberapa Sering Menyiram Kaktus di Dalam Rumah?

Kalau ditanya, seberapa sering menyiram kaktus di dalam rumah? umumnya, kaktus indoor cukup disiram setiap 1–2 minggu sekali. Namun, angka ini bukan aturan mutlak. Frekuensi penyiraman tetap bergantung pada beberapa faktor, seperti ukuran pot, jenis media tanam, suhu ruangan, kelembapan, serta intensitas cahaya yang diterima tanaman. Jika rumah terasa sejuk dan minim sinar matahari, tanah akan lebih lama kering sehingga penyiraman sebaiknya lebih jarang.

Cara paling aman bukan hanya mengikuti jadwal, tetapi memeriksa kondisi tanah terlebih dahulu. Sebelum menyiram, sentuh permukaan media tanam hingga bagian bawah sekitar 2–3 cm. Jika masih lembap, tunda penyiraman. Jika sudah benar-benar kering, barulah kaktus boleh disiram. Prinsip ini jauh lebih efektif daripada menyiram berdasarkan kebiasaan semata. Jadi, jawaban untuk seberapa sering menyiram kaktus di dalam rumah sebenarnya adalah: saat media tanam benar-benar kering.

Tanaman Kaktus (Gambar Freepik)
Tanaman Kaktus (Gambar Freepik)

Selain frekuensi, teknik penyiraman juga sangat penting. Siramlah secukupnya hingga air keluar dari lubang drainase pot. Setelah itu, biarkan sisa air mengalir keluar sepenuhnya. Jangan biarkan pot tergenang di atas tatakan berisi air, karena akar kaktus sangat rentan membusuk. Hindari juga menyemprot bagian batang terlalu sering, terutama jika ruangan lembap, karena hal ini bisa memicu jamur dan bercak busuk.

Pada musim hujan atau saat udara dingin, kaktus biasanya membutuhkan air lebih sedikit. Dalam kondisi seperti ini, penyiraman bisa dilakukan setiap 2–3 minggu sekali, tergantung seberapa cepat media tanam mengering. Sebaliknya, pada cuaca panas atau jika kaktus diletakkan dekat jendela yang terkena cahaya terang, tanah bisa lebih cepat kering dan penyiraman mungkin perlu dilakukan lebih cepat. Inilah sebabnya mengapa memahami seberapa sering menyiram kaktus di dalam rumah harus selalu disesuaikan dengan kondisi lingkungan.

Ada beberapa tanda yang bisa membantu Anda mengetahui apakah kaktus kekurangan atau kelebihan air. Kaktus yang kekurangan air biasanya tampak sedikit keriput, batangnya menyusut, dan pertumbuhannya melambat. Sementara itu, kaktus yang terlalu banyak air cenderung lembek, berubah warna kekuningan atau kecokelatan, dan bagian pangkalnya bisa terasa lunak. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berujung pada pembusukan yang sulit diselamatkan.

Agar hasilnya lebih optimal, gunakan media tanam yang porous dan cepat mengalirkan air, misalnya campuran pasir malang, sekam bakar, dan sedikit kompos. Pot dengan lubang drainase juga wajib digunakan. Dengan media yang tepat, Anda tidak perlu khawatir air tertahan terlalu lama di dalam pot. Perawatan yang sederhana ini akan sangat membantu menjaga kaktus tetap sehat dalam jangka panjang.

Kesimpulannya, seberapa sering menyiram kaktus di dalam rumah tidak bisa disamakan untuk semua kondisi, tetapi umumnya cukup setiap 1–2 minggu sekali. Kunci utamanya adalah memastikan media tanam sudah kering sebelum disiram kembali. Jangan tergoda menyiram terlalu sering hanya karena ingin tanaman terlihat segar. Pada kaktus, terlalu banyak air justru lebih berbahaya daripada sedikit terlambat menyiram. Dengan pola perawatan yang tepat, kaktus di dalam rumah akan tumbuh cantik, kuat, dan tahan lama. Siapa sangka Kaktus Jadi Andalan di Tiongkok, Dari Lalapan Sehat hingga Obat Diabetes

Jadi setelah mengetahui seberapa sering menyiram kaktus di dalam rumah, simak berita menarik lainnya di VOI.ID, saatnya merevolusi pemberitaan!

Anthony Sinisuka Ginting akan memulai Swiss Open 2026 dari kualifikasi (dok. PBSI).

JAKARTA – Indonesia mengirim sebanyak 16 wakil untuk turnamen Swiss Open 2026 yang akan berlangsung pekan depan, termasuk tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting yang akan memulai perjalanan dari babak kualifikasi.

Swiss Open yang berlevel BWF Super 300 dijadwalkan berlangsung pada 10–15 Maret 2026. Turnamen tersebut menyediakan total hadiah sebesar 250 ribu dolar AS atau setara dengan Rp4,2 miliar dan BWF sudah merilis hasil undian.

Di sektor tunggal putra, Ginting turun bersama dengan pebulu tangkis belia, Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah. Ginting yang melewatkan banyak turnamen dalam kalender tahun lalu akan memulai perjuangan menghadapi Zhu Xuan Chen dari China.

Sektor tunggal putri punya wakil paling sedikit dibandingkan dengan empat nomor lainnya. Putri Kusuma Wardani menjadi harapan tunggal di turnamen ini dan mendapat unggulan pertama. Ia akan memulai turnamen dengan melawan Beiwen Zhang dari Amerika Serikat.

Ganda putra menurunkan tiga wakil di Swiss, yakni Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, Rahmat Hidayat/Muhammad Rian Ardianto, dan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Ketiga pasangan itu tampil di All England 2026 dan langsung melanjutkan perjalanan ke Basel.

Sektor berikutnya, ganda putri punya empat pasangan. Mereka ialah Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.

Sektor dengan wakil terbanyak ialah ganda campuran. Pasangan-pasangan yang main di Swiss nanti ialah Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindiya Wardana, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti, dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.

Nomor ini otomatis sudah memastikan satu tiket babak kedua karena Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindiya Wardana dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah langsung terlibat perang saudara.

Kontingen yang tampil di Swiss akan berangkat dalam dua rombongan pada Sabtu, 7 Maret 2026. Mereka masuk ke negara tersebut melalui Istanbul, Turki, karena situasi perang yang masih berlangsung di Iran dan mengganggu banyak penerbangan internasional.

Daftar Wakil Indonesia di Swiss Open 2026

Tunggal Putra

  • Mohammad Zaki Ubaidillah
  • Alwi Farhan
  • Anthony Sinisuka Ginting (kualifikasi)

Tunggal Putri

  • Putri Kusuma Wardani

Ganda Putra

  • Raymond Indra/Nikolaus Joaquin
  • Rahmat Hidayat/Muhammad Rian Ardianto
  • Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana

Ganda Putri

  • Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine
  • Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti
  • Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum
  • Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari

Ganda Campuran

  • Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil
  • Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindiya Wardana
  • Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah
  • Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti
  • Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu

Ilustrasi susu. (Freepik)

JAKARTA - Saat sahur, banyak orang lebih fokus pada makanan utama seperti nasi, roti, atau lauk pauk. Padahal ada satu minuman sederhana yang sering dianggap sepele tetapi punya banyak manfaat saat puasa yaitu susu. Segelas susu saat sahur bisa membantu tubuh lebih siap menjalani puasa yang panjang.

Bukan hanya membuat kenyang, susu juga mengandung berbagai nutrisi penting yang membantu menjaga energi, hidrasi, dan kesehatan tubuh selama berpuasa. Tidak heran jika banyak orang tua sejak dulu terbiasa minum susu sebelum memulai puasa.

Berikut beberapa alasan mengapa minum susu saat sahur bisa membuat puasa terasa lebih nyaman, seperti dilansir dari laman marham.pk.

1. Membantu Tubuh Tetap Terhidrasi

Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama belasan jam. Karena itu, menjaga hidrasi sejak sahur sangat penting.

Susu mengandung sekitar 87 persen air, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Selain itu, susu juga mengandung mineral seperti kalium yang membantu tubuh menahan cairan lebih lama dibandingkan air biasa. Dengan begitu, tubuh tidak mudah merasa haus di siang hari.

2. Memberikan Energi yang Tahan Lama

Salah satu masalah yang sering dialami saat puasa adalah tubuh terasa lemas sebelum waktu berbuka. Hal ini biasanya terjadi karena energi dari makanan cepat habis.

Susu mengandung protein, lemak sehat, dan karbohidrat yang dicerna secara perlahan oleh tubuh. Protein dalam susu, terutama kasein, dapat memberikan pasokan energi secara bertahap selama beberapa jam. Inilah yang membuat tubuh tetap bertenaga lebih lama selama puasa.

3. Menjaga Kesehatan Tulang

Susu dikenal sebagai salah satu sumber kalsium yang baik untuk tubuh. Kalsium berperan penting dalam menjaga kekuatan tulang dan gigi.

Saat Ramadan, waktu makan menjadi lebih terbatas. Karena itu, mengonsumsi makanan atau minuman yang kaya nutrisi seperti susu bisa membantu memenuhi kebutuhan kalsium harian dan menjaga kesehatan tulang.

4. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Sebagian orang sering mengalami masalah pencernaan saat puasa, seperti perut terasa perih atau asam lambung meningkat.

Susu dapat membantu menenangkan lapisan lambung dan mengurangi rasa tidak nyaman di perut. Minum susu hangat saat sahur juga bisa membantu membuat perut terasa lebih nyaman sebelum memulai puasa.

5. Menjaga Rasa Kenyang Lebih Lama

Kandungan protein dan lemak dalam susu membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Hal ini bisa membantu mengurangi rasa lapar di siang hari.

Dengan rasa kenyang yang bertahan lebih lama, seseorang juga cenderung tidak makan berlebihan saat berbuka puasa.

6. Mendukung Daya Tahan Tubuh

Susu mengandung berbagai vitamin dan mineral penting seperti vitamin B12, vitamin D, dan fosfor. Nutrisi ini berperan dalam menjaga daya tahan tubuh agar tetap kuat selama menjalani aktivitas saat puasa. Dengan asupan nutrisi yang cukup sejak sahur, tubuh bisa lebih siap menghadapi perubahan pola makan selama Ramadan.

Ilustrasi – Proses cuci darah (Cleveland Clinic)

YOGYAKARTA - Setiap Muslim yang telah memenuhi syarat diwajibkan menunaikan ibadah puasa selama bulan Ramadan. Karena itu, penting bagi setiap Muslim memahami hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul adalah apakah menjalani cuci darah atau hemodialisis dapat membatalkan puasa.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penjelasannya perlu dilihat dari sudut pandang fiqih sekaligus mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien. Berikut penjelasannya.

Apakah Cuci Darah Membatalkan Puasa?

Dalam kajian fiqih, terdapat beberapa perkara yang secara tegas disebut dapat membatalkan puasa. Dalam salah satu kajian yang tayang di kanal YouTube Al Bahjah TV, Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah Al Bahjah KH Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya menjelaskan bahwa ada sembilan hal yang dapat membatalkan puasa.

Salah satu di antaranya yang terkait dengan cuci darah adalah memasukkan sesuatu ke dalam lima lubang tubuh secara sengaja, yaitu mulut, hidung, telinga, serta dua saluran pembuangan.

Buya Yahya menjelaskan bahwa cuci darah tidak membatal puasa karena prosesnya dilakukan melalui pembuluh darah di lengan dengan bantuan alat medis, bukan melalui lima lubang tubuh yang disebutkan di atas.

Meski demikian, persoalan ini tidak dapat dilihat hanya dari sisi hukum pembatal puasa saja. Dalam Islam, kondisi kesehatan seseorang juga menjadi pertimbangan penting dalam menjalankan ibadah. Syariat Islam memberikan keringanan bagi orang yang sakit atau mengalami kesulitan fisik.

Kondisi tubuh pasien umumnya lemah setelah menjalani cuci darah dan membutuhkan asupan cairan serta nutrisi secara teratur. Karena itu, menjalani puasa bagi sebagian pasien justru dapat memperburuk kondisi kesehatannya.

Dalam situasi seperti ini, Islam memberikan keringanan bagi orang yang sakit untuk tidak berpuasa. Jika berpuasa berpotensi membahayakan kesehatan atau dokter menyarankan untuk tidak berpuasa, maka seseorang diperbolehkan meninggalkan puasa.

Buya Yahya menjelaskan bahwa pasien yang sudah berada pada tahap harus menjalani cuci darah tidak lagi diwajibkan berpuasa. Ia menegaskan bahwa seseorang tidak perlu memaksakan diri jika kondisi kesehatannya tidak memungkinkan dan hari mengikuti petunjuk dokter.

“Kalau orang sudah kelas cuci darah, sudah tidak wajib puasa. Nggak usah puasa juga tidak dosa karena sudah kelas cuci darah. Cuman mungkin dia ingin berpuasa, ya tidak usah memaksakan berpuasa kalau memang sebaiknya tidak berpuasa. Ikuti petunjuk dokter. Dokter harus kita patuhi, fatwa dokter adalah urusan kesehatan. Anda jangan sok ingin ibadah, ini kan ibadah Ramadan, tapi kalau dokter melarang, Anda malah maksiat,” jelas Buya Yahya.

Lebih jauh Buya Yahya menjelaskan bahwa pasien dapat mengganti puasa yang ditinggalkan di hari lain jika suatu saat kondisi sudah membaik. Penggantian puasa ini dikenal dengan istilah qadha. Hal tersebut dilakukan ketika seseorang sudah kembali mampu menjalankan puasa dengan baik.

Namun jika penyakit yang dialami bersifat kronis dan tidak memungkinkan untuk berpuasa sepanjang hidupnya, maka ada ketentuan lain dalam syariat. Dalam kondisi seperti ini, seseorang cukup membayar fidyah sebagai pengganti puasa yang ditinggalkan. Fidyah biasanya berupa memberi makan satu orang miskin untuk setiap hari puasa yang tidak dijalankan.

Demikian pembahasan soal hukum cuci darah saat berpuasa, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!

Militer AS/FOTO ILUSTRASi via Instagram @uscentcom

JAKARTA - Amerika Serikat dilaporkan mempertimbangkan operasi militer terhadap Iran yang dapat berlangsung setidaknya 100 hari atau hingga September

Dilansir ANTARA dari Sputnik, Kamis, 5 Maret, Menteri Perang AS Pete Hegseth sebelumnya merevisi jadwal operasi militer terhadap Iran menjadi delapan minggu dari sebelumnya empat hingga lima minggu.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menetapkan tenggat waktu empat hingga lima minggu untuk menyelesaikan serangan terhadap Iran, jika diperlukan.

Komando Pusat AS (CENTCOM) meminta tambahan perwira intelijen militer ke markas besarnya di Tampa, Florida, untuk mendukung operasi terkait Iran, sebut surat kabar itu yang mengutip dokumen internal Pentagon (Departemen Pertahanan).

Penambahan personel intelijen tersebut mengindikasikan Pentagon tengah mempersiapkan anggaran untuk operasi berkepanjangan dan menunjukkan pemerintah AS semula meremehkan skala konflik tersebut, menurut laporan itu.

Upaya AS meningkatkan sumber daya evakuasi bagi warga Amerika di Timur Tengah dan memperkuat pasukan pengumpul intelijen juga mengisyaratkan bahwa pemerintahan Trump belum sepenuhnya siap menghadapi konflik yang lebih besar dengan Iran, sebutPolitico.

Pada Sabtu (28/2), AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran,yang menyebabkan kerusakan dan korban jiwa warga sipil. Iran kemudian meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. (dok Presstv)

JAKARTA - Ekonomi Israel terdampak akibat keputusan negara dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu itu menyerang Iran sejak akhir pekan kemarin.

Mengutip Al Jazeera, Rabu 4 Maret, Kementerian Keuangan Israel memperkirakan kerugian ekonomi negaranya akibat perang melawan Iran bisa mencapai 9 miliar shekel atau 2,9 miliar dolar AS per minggu.

Israel bersama dengan sekutusnya, Amerika Serikat (AS), melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu 28 Februari di tengah negosiasi nuklir AS-Iran yang ditengahi Oman.

Selain melancarkan serangan ke Iran, Israel juga menggempur Lebanon. Hari ini, invasi Israel telah maju di beberapa posisi di Lebanon selatan.

Militer Israel menuntut agar warga sipil Lebanon di selatan meninggalkan rumah mereka dan menuju ke utara Sungai Litani.

“Untuk memastikan keselamatan Anda, Anda harus segera mengosongkan rumah Anda dan menuju ke utara melewati Sungai Litani,” kata juru bicara militer Israel di X.

"Waspadalah: setiap pergerakan ke selatan dapat membahayakan nyawa Anda," sambungnya.

Diberdayakan oleh Blogger.