Serupa Tapi Tak Sama, Ini 5 Perbedaan Yoga dan Pilates
YOGYAKARTA – Banyak di antara kita yang tidak tahu perbedaan yoga dan pilates, keduanya sama-sama melibatkan teknik pernapasan dan gerakan tubuh. Meski sekilas terlihat sama, yoga dan pilates memiliki konsep, tujuan dan teknik yang berbeda.
Baik yoga maupun pilates, kedua jenis latihan ini sangat populer di berbagai kelas kebugaran. Memahami perbedaan di antara keduanya akan membantu Anda memilih jenis latihan yang paling sesuai dengan kebutuhan tubuh dan tujuan kebugaran.
Untuk itu, simak perbedaan yoga dan pilates dalam ulasan di bawah ini, sebagaimana dirangkum VOI dari berbagai sumber.
Perbedaan Yoga dan PilatesPerbedaan yoga dan pilates yang pertama dapat diketahui dari asal-usulnya. Yoga merupakan praktik kuno yang berasal dari India dan telah berkembang selama ribuan tahun. Yoga tidak hanya berfokus pada kebugaran fisik, tetapi juga pada keseimbangan pikiran dan spiritualitas. Latihan yoga menggabungkan pose tubuh (asana), teknik pernapasan (pranayama), serta meditasi.
Sementara pilates diciptakan oleh seorang ahli anatomi asal Jerman pada tahun 1926 sebagai metode untuk mengondisikan tubuh dan memberikan rehabilitasi bagi para veteran Perang Dunia I. Praktik ini dengan cepat berkembang sebagai cara untuk membangun kekuatan inti (core strength) dan meningkatkan daya tahan, terutama bagi mereka yang berkecimpung di bidang balet dan tari yang membutuhkan pemulihan dari cedera, dikutip dari laman Cleveland Clinic.
Dalam yoga, Anda biasanya mengambil satu pose dan menahannya selama beberapa detik hingga menit, atau berpindah secara mengalir ke pose berikutnya. Fokus utama yoga adalah keseimbangan, fleksibilitas, relaksasi, serta kesadaran pernapasan.
Sebaliknya, pilates mengharuskan Anda menstabilkan otot inti terlebih dahulu, lalu menggerakkan tangan atau kaki untuk melatih kekuatan dan kontrol. Gerakan pilates lebih terstruktur dan repetitif untuk membangun kekuatan otot secara bertahap.
Yoga umumnya dilakukan hanya dengan matras, tanpa alat tambahan. Sedangkan pilates bisa dilakukan di atas matras atau menggunakan alat khusus seperti reformer yang biasa tersedia di studio pilates.
Menyadur laman WebMD, dari segi kesehatan, yoga bisa memberikan banyak manfaat, seperti:
- Membantu meredakan nyeri punggung dan leher
- Meningkatkan keseimbangan dan fleksibilitas
- Membantu tidur lebih nyenyak
- Mengurangi stres dan sakit kepala tegang
- Membantu mengontrol berat badan
- Mengurangi gejala menopause
Pada pilates, manfaat yang dirasakan individu setelah mencoba jenis latihan ini, yakni:
- Meningkatkan kekuatan otot inti
- Memperbaiki postur tubuh, meningkatkan fleksibilitas
- Mengurangi nyeri punggung bawah
- Membantu rehabilitasi cedera
Beberapa penelitian yang dilakukan para ahli menunjukkan bahwa pilates bisa membantu mengurangi nyeri pada bagian punggung, leher, scoliosis, hingga multiple sclerosis. Meski bukan olahraga aerobik, pilates efektif dalam mengurangi stres yang berdampak baik bagi kesehatan jantung.
Latihan yoga ditujukan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental secara menyeluruh, mencakup peningkatkan fleksibilitas, kekuatan otot, serta keseimbangan tubuh.
Pada pilates, tujuan utamanya adalah meningkatkan kekuatan inti tubuh (core strength), fleksibilitas, dan memperbaiki postur tubuh melalui gerakan terkontrol yang menggabungkan pernapasan dan fokus mental.
Jenis latihan ini berfokus pada keseimbangan otot, stabilitas tulang belakang, serta memperkuat otot perut, punggung, dan panggul untuk meningkatkan mobilitas sehari-hari.
Demikian informasi tentang perbedaan yoga dan pilates. Dapatkan update berita menarik lainnya dengan mengunjungi laman VOI.id.