JAKARTA - Rusia menggelar latihan militer besar-besaran yang melibatkan senjata nuklir, sehari setelah Amerika Serikat mengumumkan penundaan rencana pertemuan puncak kedua antara Presiden Vladimir Putin dan Donald Trump mengenai perang Ukraina.
Dilansir Reuters, Rabu, 22 Oktober, Kremlin merilis video yang memperlihatkan Kepala Staf Umum, Jenderal Valery Gerasimov, melapor kepada Putin mengenai latihan tersebut.
Rusia menyatakan menembakkan rudal dari peluncur darat, kapal selam, dan pesawat, termasuk senjata balistik antarbenua yang mampu menyerang Amerika Serikat.
Di momen-momen krusial perang di Ukraina, Putin mengingatkan akan kekuatan nuklir Rusia sebagai sinyal peringatan bagi Kyiv dan sekutunya di Barat.
NATO juga telah melakukan latihan penangkalan nuklir bulan ini.
Dalam perkembangan terpisah, Swedia menyatakan telah menandatangani surat pernyataan niat untuk mengekspor jet tempur Gripen ke Ukraina, seiring upaya pemerintah-pemerintah Eropa untuk memperkuat pertahanan Kyiv dalam perang yang telah berlangsung selama tiga tahun delapan bulan, dan belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.
Para pilot Ukraina telah berada di Swedia untuk menguji Gripen, opsi yang tangguh dan relatif murah dibandingkan dengan pesawat seperti F-35 milik AS.
"Kami telah memulai proses untuk mendapatkan Gripen dan berharap kontrak di masa mendatang akan memungkinkan kami untuk memperoleh tidak kurang dari 100 jet semacam itu," ujar Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat berkunjung ke produsen pertahanan Swedia, Saab.
Kyiv ditegaskan Zelenskyy menargetkan untuk menerima dan mulai menggunakannya tahun depan.
Posting Komentar