Bahan Galian Golongan B: Berikut Pengertian, Daftar Contoh, dan Kegunaannya

Artikel Bahan Galian Golongan B: Berikut Pengertian, Daftar Contoh, dan Kegunaannya di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca
Bahan galian golongan b (Gambar veevc83-Freepik)

YOGYAKARTA - Bahan galian golongan B adalah kategori “vital” dalam rezim lama pertambangan Indonesia. Istilah ini merujuk pada mineral yang dianggap penting untuk menjamin hajat hidup orang banyak karena perannya sebagai bahan baku industri strategis. Dasar hukumnya ada di PP No. 27 Tahun 1980 tentang Penggolongan Bahan-bahan Galian. Perlu dicatat, klasifikasi A–B–C kini sudah diganti oleh UU No. 4 Tahun 2009 (UU Minerba) yang membagi usaha pertambangan menjadi mineral dan batubara. Namun, di dunia pendidikan dan literatur umum, istilah “Golongan B” masih sering dipakai untuk rujukan historis.

Pengertian Bahan Galian Golongan B

Pada PP 27/1980, Golongan B (vital) didefinisikan sebagai kelompok komoditas tambang yang pemanfaatannya krusial bagi industri dan kebutuhan luas masyarakat. Contohnya meliputi logam dasar, logam mulia, mineral industri tertentu, hingga batu mulia.

Daftar Contoh Bahan Galian Golongan B

Berikut rangkuman contoh komoditas yang secara eksplisit tercantum dalam lampiran PP 27/1980 beserta kegunaan utamanya:

  • Besi, mangan, krom, molibden, wolfram, vanadium, titanium: tulang punggung baja paduan untuk konstruksi, permesinan, alat potong, hingga komponen otomotif.
  • Bauksit (aluminium), tembaga, timbal, seng: kabel dan elektronik (Cu), kemasan dan transportasi (Al), aki dan pelindung radiasi (Pb), galvanisasi anti-karat (Zn).
  • Emas, perak, platina: perhiasan, investasi, katalis, dan komponen elektronik presisi.
  • Air raksa (merkuri): historis untuk proses industri tertentu; kini penggunaannya dibatasi ketat karena isu kesehatan-lingkungan.
  • Intan (diamond): perhiasan dan mata bor/potong berdaya tinggi.
  • Arsen, antimon, bismut: aditif paduan dan aplikasi kimia spesifik.
  • Yttrium, ruthenium, cerium, dan logam-logam langka lainnya: material maju untuk magnet, katalis, dan elektronik.
  • Berilium, korundum, zirkon, kristal kuarsa: keramik teknik, abrasif, perhiasan, optik, hingga komponen frekuensi.
  • Kriolit, fluorspar (fluorit), barit: fluks metalurgi, bahan kimia fluor, hingga lumpur pemboran.
  • Yodium, brom, klor, belerang: bahan baku farmasi, kimia, dan pupuk.
  • Catatan penting: beberapa sumber populer di internet kerap mencampuradukkan daftar ini. Pastikan rujukan Anda kembali ke naskah PP 27/1980 atau ringkasan resmi pemerintah.

    Status Hukum Terkini (Biar Nggak Salah Kaprah)

    Mulai UU No. 4 Tahun 2009, penggolongan A–B–C tidak lagi dipakai dalam perizinan. Rezim baru membagi usaha pertambangan menjadi pertambangan mineral (radioaktif, logam, bukan logam, batuan) dan pertambangan batubara. Artinya, kalau Anda butuh dasar regulasi mutakhir untuk perizinan atau kajian kebijakan, gunakan istilah dan struktur UU Minerba—sementara “Golongan B” tetap relevan sebagai istilah historis/edukatif.

    Poin-poin Penting untuk Praktisi dan Akademisi

  • Konteks penggunaan: pakai “Golongan B” saat membahas sejarah kebijakan atau materi dasar geologi-pertambangan; gunakan terminologi UU Minerba saat membahas perizinan dan tata kelola saat ini.
  • Ketersediaan dan rantai pasok: mayoritas komoditas di daftar golongan B adalah input industri bernilai tambah tinggi (steelmaking, elektronik, katalis). Ini menjelaskan kenapa dulu disebut “vital.”
  • Validasi sumber: untuk daftar resmi, rujuk PP 27/1980; untuk kerangka terbaru, cek UU 4/2009 beserta perubahannya. Hindari mengandalkan artikel umum tanpa referensi primer.
  • Bahan galian golongan B adalah label lama untuk komoditas tambang “vital” seperti besi, tembaga, bauksit, emas, perak, platina, hingga mineral industri (fluorspar, barit, belerang). Daftar resminya tertulis di PP 27/1980. Untuk urusan regulasi sekarang, gunakan kerangka UU 4/2009 yang menggantikan penggolongan A–B–C dengan kategori mineral dan batubara. Pendekatan ini bikin tulisan Anda akurat secara historis sekaligus selaras dengan aturan yang berlaku. Tahukah Anda kalau BUMN Dapat Lakukan Pertambangan Bahan Galian Nuklir?

    Jadi setelah mengetahui bahan galian golongan b, simak berita menarik lainnya di VOI.ID, saatnya merevolusi pemberitaan!

    Terimakasih sudah membaca artikel Bahan Galian Golongan B: Berikut Pengertian, Daftar Contoh, dan Kegunaannya Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.