PT Timah Kantongi Laba Bersih Rp602 Miliar hingga September 2025

Artikel PT Timah Kantongi Laba Bersih Rp602 Miliar hingga September 2025 di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca
Ilustrasi (Unsplash)

JAKARTA - PT Timah (Persero) Tbk (TINS) mencatatkan, laba bersih sebesar Rp602 miliar hingga kuartal III-2025 atau pada September tahun ini.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Timah Fina Eliani mengatakan, pertumbuhan laba itu didorong oleh kenaikan harga logam timah global, penguatan permintaan dari sektor elektronik serta strategi optimalisasi penjualan dan efisiensi biaya produksi.

"Seiring dengan peningkatan produksi dari kuartal ke kuartal, tren kenaikan harga logam timah global serta dukungan pemerintah dalam perbaikan tata kelola pertambangan timah, perseroan berhasil membukukan laba bersih sembilan bulan 2025 sebesar Rp602 miliar atau dua kali lipat dari capaian semester I-2025," ujar Fina dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu, 1 November.

Permintaan timah global, terutama dari sektor elektronik seperti tin solder dan tin chemical tetap kuat didorong pasar Jepang dan China. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), ekspor logam timah Indonesia hingga September 2025 mencapai 37.946 metrik ton, naik 28 persen dibandingkan periode sama pada 2024.

Dari total tersebut, PT Timah berkontribusi sekitar 21 persen terhadap ekspor timah Indonesia atau sekitar 3 persen dari ekspor timah global yang mencapai 278.048 metrik ton.

Harga logam timah di pasar dunia juga menunjukkan tren peningkatan signifikan. Rata-rata Cash Settlement Price LME hingga September 2025 mencapai 32.775,58 dolar AS per ton, naik 8,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Hingga September 2025, perseroan mencatat produksi bijih timah sebesar 12.197 ton Sn, sementara produksi logam timah mencapai 10.855 ton.

Meski begitu, secara tahunan terjadi penurunan akibat faktor cuaca, kondisi cadangan dan aktivitas penambangan ilegal.

Penjualan logam timah pun tercatat 9.469 metrik ton, dengan komposisi tujuh persen pasar domestik dan 93 persen ekspor. Enam negara utama tujuan ekspor meliputi Jepang (19 persen); Singapura (19 persen); Korea Selatan (18 persen); Belanda (9 persen); Italia (4 persen); dan Amerika Serikat (4 persen).

Ekspor di kawasan Asia Pasifik, Eropa dan AS juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja penjualan dan harga jual rata-rata logam timah perseroan mencapai USD 33.596 dolar AS per ton, naik 8 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Sepanjang Januari sampai September 2025, perseroan membukukan pendapatan senilai Rp6,6 triliun, dengan EBITDA Rp1,5 triliun. Dari capaian tersebut, laba bersih mencapai Rp602 miliar atau 78 persen dari target laba 2025 sebesar Rp774 miliar.

Dari sisi neraca, total aset perseroan naik 7 persen menjadi Rp13,7 triliun, sementara liabilitas meningkat 14 persen menjadi Rp6,1 triliun. Ekuitas PT Timah juga meningkat 2 persen menjadi Rp7,61 triliun, didorong oleh laba positif yang dicatatkan hingga kuartal III tahun ini.

Aktivitas manufaktur elektronik global yang menjadi motor utama permintaan timah diperkirakan terus menguat. International Tin Association (ITA) memperkirakan konsumsi logam timah global sepanjang 2025 akan tumbuh 0,6 persen menjadi 380.160 metrik ton, dengan suplai sebesar 374.910 metrik ton, menunjukkan kondisi pasar ketat.

Berdasarkan data Bloomberg, harga timah dunia pada 2025 diproyeksikan berada di kisaran 32.254 dolar AS hingga 34.000 dolar AS per ton. Sementara itu, tren jangka menengah juga akan dipengaruhi oleh pertumbuhan industri elektronik, semikonduktor, chip, digitalisasi dan penerapan Artificial Intelligence (AI).

 

Terimakasih sudah membaca artikel PT Timah Kantongi Laba Bersih Rp602 Miliar hingga September 2025 Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.