8 Penyebab Dada Terasa Panas yang Perlu Diwaspadai

Artikel 8 Penyebab Dada Terasa Panas yang Perlu Diwaspadai di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca
Ilustrasi (Avicenna Cardiology)

YOGYAKARTA - Dada terasa panas bisa muncul tiba-tiba atau berlangsung perlahan, dengan intensitas ringan hingga cukup mengganggu aktivitas. Tidak sedikit orang yang menganggapnya sepele, padahal dalam kondisi tertentu keluhan ini perlu diwaspadai.

Penyebab dada terasa panas sangat beragam, mulai dari gangguan pencernaan hingga kondisi yang berkaitan dengan jantung. Dilansir dari berbagai sumber, berikut 8 di antara penyebab dada terasa panas.

Penyebab Dada Terasa Panas

Beberapa penyebab dada terasa panas bersifat ringan dan dapat membaik dengan perubahan gaya hidup sederhana. Namun, ada pula kondisi serius yang memerlukan penanganan medis segera.

  • Penyakit Asam Lambung (GERD)
  • Penyakit asam lambung atau GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan rasa panas atau perih di dada. Keluhan ini biasanya muncul setelah makan besar. Gejala lain yang sering menyertai antara lain mual, batuk kering, dan tenggorokan terasa asam.

    Pada sebagian orang, asam lambung juga dapat menyebabkan mulut terasa pahit dan suara menjadi serak. Faktor risiko GERD meliputi kegemukan, kebiasaan merokok, stres, serta konsumsi makanan pedas dan berlemak. Meski tidak mengancam nyawa, GERD yang tidak ditangani dapat menimbulkan komplikasi.

  • Aritmia
  • Dada terasa panas yang disertai detak jantung tidak teratur bisa menjadi tanda aritmia. Kondisi ini terjadi akibat gangguan pada sistem kelistrikan jantung yang mengatur irama detak. Akibatnya, denyut jantung bisa menjadi terlalu cepat, lambat, atau tidak beraturan.

    Aritmia lebih sering terjadi pada usia lanjut, terutama di atas 65 tahun. Sebagian jenis aritmia bersifat ringan, namun ada juga yang berisiko tinggi dan dapat mengancam nyawa. Gejala seperti pusing, nyeri dada, dan pingsan perlu segera diperiksakan ke dokter.

  • Gastritis
  • Gastritis merupakan peradangan pada dinding lambung yang dapat menyebabkan sensasi panas di dada bagian tengah hingga atas. Keluhan ini sering dirasakan saat perut kosong atau setelah mengonsumsi makanan pedas dan asam. Rasa tidak nyaman dapat berlangsung singkat atau menetap dalam waktu lama.

    Penyebab gastritis antara lain infeksi bakteri Helicobacter pylori, konsumsi obat pereda nyeri jangka panjang, stres, serta kebiasaan merokok dan minum alkohol. Jika tidak diobati, gastritis berisiko menimbulkan tukak lambung dan perdarahan saluran cerna. Karena itu, keluhan ini sebaiknya tidak diabaikan.

  • Bronkitis
  • Bronkitis adalah peradangan pada saluran bronkus yang dapat menyebabkan dada terasa panas dan sesak. Peradangan ini membuat lendir menumpuk sehingga memicu batuk dan gangguan pernapasan.

    Sensasi panas di dada bisa berlangsung beberapa hari hingga berminggu-minggu. Pada bronkitis kronis, keluhan panas dan sesak di dada dapat menetap lebih lama.

  • Penyakit Jantung
  • Penyakit jantung, seperti penyakit jantung koroner atau serangan jantung, juga dapat menyebabkan dada terasa panas. Keluhan ini sering muncul mendadak dan disertai nyeri yang menjalar ke lengan kiri. Gejala tambahan seperti keringat dingin dan sesak napas perlu diwaspadai.

    Faktor risiko penyakit jantung meliputi tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, merokok, dan obesitas. Pola hidup tidak sehat turut memperbesar risiko terjadinya gangguan jantung. Jika muncul gejala mencurigakan, segera cari pertolongan medis.

  • Anemia
  • Anemia merupakan salah satu penyebab dada terasa panas pada ibu hamil. Kondisi ini terjadi akibat rendahnya kadar hemoglobin sehingga pasokan oksigen ke jaringan tubuh berkurang. Keluhan biasanya lebih terasa saat beraktivitas atau pada trimester akhir kehamilan.

    Anemia ringan cukup umum terjadi, namun anemia sedang hingga berat dapat meningkatkan risiko komplikasi. Karena itu perlu konsultasi ke dokter. Dengan perawatan yang tepat, kondisi ini umumnya dapat membaik.

  • Kecemasan
  • Kondisi psikologis seperti kecemasan dan serangan panik juga dapat memicu dada terasa panas. Saat stres, tubuh melepaskan hormon adrenalin yang meningkatkan detak jantung dan ketegangan otot. Akibatnya, muncul sensasi panas atau tidak nyaman di dada.

    Keluhan ini biasanya bersifat sementara dan akan mereda setelah kondisi emosional membaik. Teknik relaksasi dan manajemen stres dapat membantu mengurangi gejala. Namun, jika keluhan sering muncul, dianjurkan untuk konsultasi dengan tenaga profesional.

  • Gaya Hidup Tidak Sehat
  • Gaya hidup tidak sehat merupakan penyebab dada terasa panas yang sering diabaikan. Kebiasaan merokok, minum alkohol, dan makan berlebihan dapat memicu naiknya asam lambung. Selain itu, langsung berbaring setelah makan juga memperparah keluhan.

    Perubahan gaya hidup sederhana dapat membantu meredakan gejala. Mengatur pola makan, menghindari makanan pemicu, dan mengelola stres sangat dianjurkan. Dengan kebiasaan sehat, keluhan dada terasa panas umumnya dapat dicegah.

    Demikian pembahasan 8 penyebab dada terasa panas. Sebagian keluhan bersifat ringan dan dapat membaik dengan perubahan gaya hidup. Namun, jika gejala berlangsung lama atau disertai tanda bahaya, pemeriksaan medis sangat diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.

    Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!

    Terimakasih sudah membaca artikel 8 Penyebab Dada Terasa Panas yang Perlu Diwaspadai Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.