YOGYAKARTA - Mitokondria merupakan salah satu organel sel yang memiliki peran sangat vital bagi kehidupan. Organel ini sering disebut sebagai pembangkit energi sel karena fungsinya menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk berbagai aktivitas sel. Hampir semua jenis sel manusia memiliki mitokondria untuk menunjang kelangsungan hidupnya.
Mitokondria menghasilkan sebagian besar adenosin trifosfat atau ATP yang menjadi sumber energi utama sel. Tapi fungsi mitokondria tidak hanya terbatas pada produksi energi saja, ada sejumlah fungsi lainnya. Lantas apa saja fungsi mitokondria? Dilansir dari Mediacal News Today, berikut pembahasannya.
Fungsi MitokondriaMitokondria memiliki sejumlah fungsi lainnya selain produksi energi. Faktanya, hanya 3 persen dari gen yang dibutuhkan untuk membuat mitokondria yang digunakan untuk peralatan produksi energi. Sebagian besar terlibat dalam fungsi lain untuk jenis sel tempat mitokondria tersebut berada. Berikut beberapa fungsi mitokondria.
Fungsi mitokondria yang paling dikenal adalah menghasilkan energi dalam bentuk ATP. ATP sering disebut sebagai satuan mata uang molekuler karena ia memberi daya pada proses metabolisme. Sebagian besar ATP diproduksi di mitokondria melalui serangkaian reaksi, yang dikenal sebagai siklus asam sitrat atau siklus Krebs.
Siklus Krebs menghasilkan senyawa kimia yang disebut NADH. Enzim di krista menggunakan NADH untuk menghasilkan ATP. Molekul ATP menyimpan energi dalam bentuk ikatan kimia. Ketika ikatan kimia ini putus, energi dapat digunakan.
Mitokondria juga berperan dalam proses kematian sel atau apoptosis. Seiring bertambahnya usia atau rusaknya sel, sel-sel tersebut dibersihkan dan dihancurkan. Mitokondria membantu menentukan sel mana yang akan dihancurkan.
Mitokondria melepaskan sitokrom C, yang mengaktifkan kaspase, salah satu enzim utama yang terlibat dalam penghancuran sel selama apoptosis. Proses ini penting untuk membuang sel yang rusak atau sudah tidak berfungsi. Dengan demikian, keseimbangan jaringan tubuh tetap terjaga.
Gangguan fungsi mitokondria dapat menyebabkan apoptosis tidak berjalan normal. Kondisi ini sering dikaitkan dengan berbagai penyakit seperti kanker.
Mitokondria berperan dalam mengatur kadar kalsium di dalam sel. Ion kalsium sangat penting dalam berbagai proses seperti kontraksi otot dan pelepasan neurotransmiter. Kadar kalsium yang tidak terkontrol dapat merusak sel.
Mitokondria menyerap ion kalsium dan menyimpannya sementara waktu. Ion ini akan dilepaskan kembali ketika dibutuhkan oleh sel. Mekanisme ini membantu menjaga kestabilan internal sel.
Selain menghasilkan energi, mitokondria juga berperan dalam produksi panas tubuh. Proses ini dikenal sebagai termogenesis. Mekanisme ini banyak terjadi pada jaringan lemak coklat.
Dalam kondisi tertentu, mitokondria memungkinkan kebocoran proton tanpa menghasilkan ATP. Energi dari proses ini dilepaskan dalam bentuk panas. Cara ini membantu tubuh mempertahankan suhu saat lingkungan dingin.
Demikian pembahasan empat fungsi mitokondria, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!
Posting Komentar