Wajib Dicatat! Begini Penggunaan Was dan Were untuk Memahami Perbedaan dan Cara Penggunaannya

Artikel Wajib Dicatat! Begini Penggunaan Was dan Were untuk Memahami Perbedaan dan Cara Penggunaannya di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca
Penggunaan was dan were (Gambar user7003113-Freepik)

YOGYAKARTA - Dalam bahasa Inggris, kata kerja "be" merupakan salah satu elemen penting yang digunakan untuk menyatakan keberadaan, kondisi, atau kejadian. Dua bentuk yang paling sering digunakan dari kata kerja ini adalah "was" dan "were".

Meskipun keduanya berasal dari kata kerja yang sama, "be", penggunaan was dan were memiliki aturan yang berbeda, tergantung pada subjek dan waktu kalimat. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang penggunaan was dan were, perbedaan keduanya, dan bagaimana cara menggunakan kata-kata tersebut dengan benar dalam berbagai konteks.

Apa Itu "Was" dan "Were"?

"Was" dan "were" adalah bentuk lampau dari kata kerja "be" dalam bahasa Inggris. Mereka digunakan untuk menunjukkan keadaan atau peristiwa yang terjadi di masa lalu.

Was digunakan dengan subjek tunggal, yaitu I (saya), he (dia laki-laki), she (dia perempuan), it (itu), atau nama benda tunggal.

Were digunakan dengan subjek jamak, yaitu we (kami), you (kamu), they (mereka), atau subjek jamak lainnya.

Meskipun aturan dasar ini cukup sederhana, masih banyak variasi dalam penggunaan "was" dan "were" yang perlu dipahami untuk penggunaan yang lebih tepat dalam bahasa Inggris. Selain itu baca juga: 7 Cara Terbaik Belajar Bahasa Inggris, Cepat Paham dan Nggak Bosan

Aturan Penggunaan Was dan Were Berdasarkan Subjek

Was:

Digunakan dengan subjek tunggal yang berupa I, he, she, atau it.

Contoh:

  • I was at the park yesterday. (Saya berada di taman kemarin.)
  • He was tired after the long trip. (Dia lelah setelah perjalanan panjang.)
  • It was raining all day. (Hujan sepanjang hari.)

Were:

Digunakan dengan subjek jamak, seperti we, you, they, atau subjek jamak lainnya.

Contoh:

  • We were at the party last night. (Kami di pesta tadi malam.)
  • They were excited about the news. (Mereka bersemangat dengan kabar tersebut.)
  • You were late for the meeting. (Kamu terlambat untuk pertemuan itu.)

Penggunaan "Was" dan "Were" dalam Kalimat Kondisional

Selain digunakan untuk menyatakan kejadian atau keadaan di masa lalu, penggunaan was dan were juga dapat ditemukan dalam kalimat kondisional atau pengandaian. Dalam hal ini, kedua kata ini digunakan untuk menggambarkan situasi yang bersifat hipotetik atau tidak nyata.

Were dalam Kalimat Kondisional:

Dalam kalimat pengandaian yang berbicara tentang situasi yang tidak nyata atau tidak mungkin terjadi, kita menggunakan "were" meskipun subjeknya tunggal.

Contoh:

  • If I were you, I would not hesitate to take that job. (Jika saya menjadi kamu, saya tidak akan ragu untuk mengambil pekerjaan itu.)
  • If he were here, he would help us. (Jika dia ada di sini, dia akan membantu kita.)
  • Menggunakan "were" dalam kalimat pengandaian ini adalah bentuk yang disebut subjunctive mood, yang digunakan untuk situasi imajiner atau bertentangan dengan kenyataan.

    Was dalam Kalimat Kondisional:

    "Was" dapat digunakan dalam kondisi yang lebih realistis atau dalam percakapan sehari-hari, meskipun dalam pengandaian formal atau kalimat yang lebih kompleks, kita lebih sering menggunakan "were".

    Contoh:

  • If I was invited, I would have attended the wedding. (Jika saya diundang, saya akan menghadiri pernikahan itu.)
  • Penggunaan Was dan Were dalam Pertanyaan dan Negasi

    Was dan Were dalam Kalimat Negatif:

    Untuk membuat kalimat negatif, kita menambahkan "not" setelah "was" atau "were".

    Contoh:

  • She was not at the office yesterday. (Dia tidak ada di kantor kemarin.)
  • They were not happy with the decision. (Mereka tidak senang dengan keputusan itu.)
  • Was dan Were dalam Pertanyaan:
  • Untuk membuat kalimat tanya, kita memposisikan "was" atau "were" sebelum subjek.
  • Contoh:

  • Was she at the meeting this morning? (Apakah dia di pertemuan pagi ini?)
  • Were you at the concert last night? (Apakah kamu di konser tadi malam?)
  • Perbedaan Penggunaan Was dan Were dalam Konteks Sehari-hari

    Was:

    Digunakan dalam situasi yang lebih pribadi atau formal, terutama ketika berbicara tentang diri sendiri atau orang lain dalam konteks individu.

    Contoh: "I was tired after the exam" (Saya lelah setelah ujian).

    Were:

    Digunakan dalam situasi lebih umum, khususnya untuk berbicara tentang lebih dari satu orang atau benda, serta dalam konteks yang lebih inklusif.

    Contoh: "We were planning to go to the beach." (Kami berencana pergi ke pantai.)

    Penggunaan was dan were sangat penting dalam bahasa Inggris, terutama dalam percakapan sehari-hari dan penulisan yang melibatkan masa lalu. Memahami perbedaan antara "was" dan "were" akan membantu Anda untuk berbicara dan menulis dengan lebih tepat dan efektif. Pastikan untuk menggunakan "was" dengan subjek tunggal dan "were" dengan subjek jamak, serta mengetahui bagaimana menggunakan kedua kata tersebut dalam kalimat kondisional atau pengandaian. Dengan latihan dan pemahaman yang baik, Anda akan dapat menggunakan was dan were dengan percaya diri dalam berbagai situasi.

    Jadi setelah mengetahui penggunaan was dan werei, simak berita menarik lainnya di VOI.ID, saatnya merevolusi pemberitaan!

    Terimakasih sudah membaca artikel Wajib Dicatat! Begini Penggunaan Was dan Were untuk Memahami Perbedaan dan Cara Penggunaannya Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.