YOGYAKARTA – Asam mefenamat (mefenamic acid) sering menjadi pilihan utama untuk mengatasi nyeri dan peradangan, seperti nyeri haid (dismenore), nyeri pasca operasi, sakit gigi, dan radang sendi. Obat ini cukup aman dikonsumsi selama digunakan sesuai petunjuk dan dalam dosis yang direkomendasikan. Lantas, bagaimana keamanan asam mefenamat untuk ibu menyusui? Yuk, cari tahu jawabannya dalam artikel di bawah ini.
Cara Kerja Asam MefenamatAsam mefenamat merupakan obat pereda nyeri (analgesik) golongan NSAID (non-steroidal anti-inflamatory drug). Asam mefenamat dapat digunakan untuk mengatasi nyeri ringan hingga sedang. Obat ini juga menjadi pilihan utama untuk mengatasi nyeri haid (dismenore) dan kondisi lain sesuai dengan penilaian dokter, dikutip dari laman Mayo Clinic.
Asam mefenamat bekerja dengan menghambat siklooksigenase 2, yakni enzim yang memicu peradangan, nyeri, dan demam, dengan mengubah asam arakidonat menjadi prostaglandin, dikutip dari laman DrugBank.
Jika pembentukan prostaglandin dihambat oleh asam mefenamat, rasa nyeri, kaku, kemerahan, dan peradangan yang timbul akibat cedera fisik akan mereda.
Efek Samping Asam MefenamatSejumlah efek samping yang berpotensi muncul akibat penggunaan asam mefenamat, antara lain:
- Nafsu makan berkurang
- Sariawan
- Sakit maag
- Mual dan muntah
- Diare
- Munculnya ruam di kulit
- Telinga berdengung
Pada ibu menyusui, penggunaan asam mefenamat sebaiknya dihindari atau dilakukan di bawah pengawasan ketat dokter. Meskipun data keamanan masih sangat terbatas, penelitian yang dilakukan para ahli menunjukkan bahwa asam mefenamat dapat terserap ke dalam ASI, sehingga beresiko mempengaruhu bayi, dikutip dari laman Pusat Informasi Bioteknologi Nasional Amerika Serikat (NCBI).
Dalam studi yang ada, sebagian bayi yang disusui oleh ibu pengguna asam mefenamat menunjukkan adanya jejak obat dalam darah dan urin. Meski kadarnya kecil, hal ini membuktikan bahwa asam mefenamat memang dapat masuk ke tubuh bayi melalui ASI.
Sayangnya, hingga saat ini belum tersedia data yang cukup untuk memastikan apakah paparan tersebut benar-benar aman dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Risiko Penggunaan Asam Mefenamat saat MenyusuiSalah satu alasan utama mengapa asam mefenamat kurang direkomendasikan untuk ibu menyusui adalah potensi toksisitasnya.
Bayi, terutama yang baru lahir dan bayi prematur, memiliki fungsi hati dan ginjal yang belum matang. Kondisi ini membuat tubuh bayi lebih sulit memetabolisme dan membuang obat, sehingga risiko efek samping bisa meningkat.
Selain itu, hingga kini belum ditemukan laporan ilmiah yang secara jelas menjelaskan efek asam mefenamat terhadap bayi yang disusui maupun dampaknya terhadap produksi ASI. Ketiadaan data ini membuat prinsip kehati-hatian menjadi sangat penting.
Demikian penjelasan tentang asam mefenamat untuk ibu menyusui. Yuk, kunjungi VOI.id untuk mendapatkan update berita pilihan lainnya.
Posting Komentar