YOGYAKARTA – Penyerbukan alias polinasi merupakan salah satu metode perkembangbiakan tumbuhan. Ada banyak tumbuhan yang berkembang biak dengan cara ini, seperti jagung, padi, mangga, dan bunga sepatu. Memahami hubungan yang tepat antara tumbuhan dengan cara penyerbukannya akan membuat Anda lebih mengerti bagaimana proses perkembangbiakan terjadi.
Perlu diketahui, sebagian tanaman tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri dan memperlukan bantuan agen penyerbuk seperti hewan, angin, air, dan manusia.
Macam-Macam Penyerbukan pada TumbuhanPenyerbukan merupakan syarat terjadinya perkembangbiakan secara generatif atau secara seksual pada tanaman. Serbuk sari bisa jatuh ke kepala putik bunga secara alami, tetapi ada juga yang dibantu oleh agen penyerbuk.
Menyadur Buku Pendalaman Materi (BUPERI) Ilmu Pengetahuan Alam: SMP/MTS Kelas IX karangan Dewi Nur Haliman, jenis-jenis polinasi atau penyerbukan berdasarkan perantaranya dibagi menjadi empat kelompok, antara lain:
Penyerbukan dengan perantara manusia disebut antrofili. Porses ini dilakukan secara langsung oleh manusia lantaran serbuk sari dan putik tanaman sulit atay tidak mungkin bertemu secara alami.
Contoh tumbuhan yang memerlukan bantuan manusia untuk melakukan penyerbukan antara lain:
- Bunga anggrek
- Salak
- Semangka
- Tanaman buah naga.
Penyerbukan dengan perantara air (hidrofili) umumnya terjadi pada tumbuhan yang bunganya terendam air. Proses penyerbukan ini terjadi ketika serbuk sari yang sudah matang terbawa oleh air, seperti aliran air atau air hujan, dan jatuh ke kepala putik.
Contoh tumbuhan yang memerlukan bantuan air untuk melakukan penyerbukan yakni ganggang, hydrilla, dan teratai.
Proses penyerbukan pada tanaman yang menggunakan perantara hewan disebut zoodiofil. Proses ini melibatkan berbagai jenis hewan, seperti serangga, burung, dan kelelawar.
Lebih lanjut, tanaman yang dalam proses penyebukannya dibantu oleh hewan bisanya mempunyai bentuk yang indah dan berwarna-warni.
Contoh tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh perantara hewan, yakni:
- Bunga mawar
- Bunga Melati
- Bunga kenanga
- Bunga sepatu
- Jambu biji
- Beringin
- Tanaman kakao.
Penyerbukan dengan perantara angin disebut anemofili. Bunga yang proses penyerbukannya dibantu angin umumnya mempunyai bunga-bunga yang kurang menarik, sehingga serangga-serangga engan mendekat. Selain itu, bunga mempunyai serbuk sari dengan jumlah bayak dan ringan.
Karena bobotnya sangat ringan, angin bisa dengan mudah menerbangkan serbuk sari ke kepala putih, sehingga terjadi pembuahan.
Adapun contoh tanaman yang memakai metode ini untuk berkembang biak, yakni padi, jagung, dan gandum.
Contoh Hubungan yang Tepat Antara Tumbuhan dengan Cara PenyerbukannyaBerdasarkan penjelasan di atas, berikut beberapa contoh hubungan yang tepat antara tumbuhan dengan cara penyerbukannya:
Bunga matahari memiliki warna cerah dan menghasilkan nektar yang melimpah, sehingga sangat menarik bagi lebah. Saat lebah mengumpulkan nektar, serbuk sari menempel pada tubuhnya dan terbawa ke bunga lain. Ini adalah contoh hubungan simbiosis yang saling menguntungkan.
Tanaman padi memiliki bunga kecil tanpa aroma dan tidak mencolok. Tumbuhan ini menghasilkan serbuk sari yang sangat ringan sehingga mudah terbawa angin. Penyerbukan oleh angin sangat efektif bagi jenis tumbuhan berumah satu seperti padi.
Tanaman vanili tidak dapat menyerbuk sendiri karena struktur bunganya sangat rumit. Dalam budidaya modern, petani membantu memindahkan serbuk sari dari benang sari ke kepala putik menggunakan tusuk kecil atau ujung jari. Hubungan ini penting karena tanpa bantuan manusia, bunga vanili hampir tidak menghasilkan buah.
Hydrilla adalah tanaman air yang mengalami penyerbukan ketika serbuk sari dilepaskan dan mengapung di permukaan air. Serbuk sari bergerak mengikuti arus hingga bertemu bunga betina. Hubungan ini menunjukkan bagaimana tumbuhan air memanfaatkan gerakan alami air untuk reproduksi.
Demikian informasi tentang hubungan yang tepa tantara tumbuhan dengan cara penyerbukannya. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.
Posting Komentar