YOGYAKARTA - Seiring bertambahnya usia, kemampuan mengingat dan berpikir akan menurun. Namun, penurunan ini tidak harus terjadi dengan cepat atau drastis. Tanpa disadari, kebiasaan harian kita sangat menentukan apakah otak menua lebih cepat atau tetap awet muda meskipun usia bertambah.
Sebuah studi menunjukkan bahwa ada 8 kebiasaan sehat yang bisa membantu memperlambat penuaan biologis otak. Kebiasaan ini awalnya dibuat untuk menjaga jantung, tetapi ternyata manfaatnya meluas hingga kesehatan otak. Apa saja kebiasaan tersebut? Simak pembahasannya.
8 Kebiasaan Sehat yang Membuat Otak Tetap Awet MudaOtak sangat bergantung pada aliran darah, oksigen, dan keseimbangan metabolisme tubuh. Ketika kebiasaan hidup mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh, otak pun ikut terlindungi. Dilansir dari Efamol.com, berikut 8 kebiasaan penting yang menjaga otak tetap awet muda:
Aktivitas fisik meningkatkan aliran darah ke otak sehingga sel-sel otak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup. Usahakan untuk berolahraga setidaknya 2,5 jam dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat, atau 75 menit aktivitas berat, seperti berlari, per minggu, setiap minggu.
Pola makan yang fokus pada buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak membantu menjaga kesehatan otak. Nutrisi yang tepat mendukung fungsi berpikir dan daya ingat jangka panjang. Sebaliknya, batasi makanan olahan, lemak jenuh, dan gula. Konsumsi berlebih dapat mempercepat penurunan fungsi kognitif.
Menjaga berat badan ideal membantu menjaga keseimbangan metabolisme tubuh dan otak. Indeks Massa Tubuh (BMI) digunakan sebagai indikator berat badan terhadap tinggi badan. Layanan Kesehatan Nasional (NHS/National Health Service) Inggris merekomendasikan BMI optimal antara 18,5 hingga 24,9.
Tidur adalah waktu penting bagi otak untuk memulihkan diri dan memproses memori. Kurang tidur dapat mengganggu konsentrasi dan stabilitas emosi. Jika terjadi terus-menerus bisa meningkatkan risiko penurunan fungsi kognitif. Disarankan tidur 7-9 jam setiap malam agar otak dan tubuh berfungsi optimal.
Merokok merusak pembuluh darah yang memasok darah ke otak. Akibatnya, aliran oksigen dan nutrisi ke otak terganggu dan mempercepat penuaan otak. Jika Anda merokok, berhenti adalah salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk otak dan kesehatan Anda secara keseluruhan.
Kolesterol adalah zat seperti lemak lilin yang diproduksi hati dan juga berasal dari makanan. LDL (Low-Density Lipoprotein) atau disebut juga kolesterol “jahat” karena menyebabkan penumpukan plak di arteri dan membatasi aliran darah ke otak.
Sebaliknya, HDL (High-Density Lipoprotein) dikenal sebagai kolesterol “baik”, membantu menghilangkan kolesterol dari aliran darah Anda dan mengangkutnya ke hati Anda untuk dibuang. Dalam hal ini, Anda perlu rutin melakukan pemeriksaan madis untuk mengetahui kadar kolesterol Anda.
Gula darah atau glukosa darah adalah sumber energi utama tubuh dan berasal dari makanan yang Anda konsumsi, terutama karbohidrat. Kadar gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah dan memicu peradangan. Dalam hal ini, tenaga kesehatan dapat mengukur glukosa darah dan memberi rekomendasi cara mengurangi dan mengontrol kadar gula darah Anda.
Menjaga tekanan darah dalam kisaran normal sangat penting bagi kesehatan secara keseluruhan, termasuk otak. NHS menyatakan tekanan darah normal berada di antara 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg. Karena itu, Anda perlu mengecek tekanan darah secara rutin dan berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan.
Demikian pembahasan 8 kebiasaan yang menjaga otak tetap awet muda. Dengan menerapkan delapan kebiasaan di atas, penuaan biologis otak dapat diperlambat. Langkah sederhana ini akan membantu manjaga kesehatan otak Anda seiring bertambahnya usia.
Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!
Posting Komentar