JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi telah tiba di Jenewa, Swiss, Senin 16 Februari waktu setempat.
Kedatangan Araghchi untuk menghadiri putaran kedua perundingan nuklir lanjutan dengan Amerika Serikat (AS) di tengah tekanan militer dan sanksi dari Washington.
"Menteri Luar Negeri telah tiba di Jenewa sebagai kepala delegasi diplomatik dan ahli untuk mengambil bagian dalam putaran kedua negosiasi nuklir," tulis lembaga penyiaran publik di Iran, IRIB, di saluran Telegramnya, Senin 16 Februari.
Menurut Taheran berdasarkan laporan AFP, perundingan tidak langsung nuklir antara Iran-AS yang dimediasi Oman dijadwalkan akan digelar hari ini, Selasa 17 Februari.
Araghchi telah bertemu dengan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, Rafael Grossi. Ia baru akan bertemu Menteri Luar Negeri Oman, Badr Al-Busaidi, yang menjadi tuan rumah putaran kedua perundingan nuklir lanjutan ini.
Sebelumnya, Washington juga telah mendorong agar topik lain dibahas dalam perundingan, termasuk rudal balistik Iran dan dukungan untuk proksi regional.
“Saya berada di Jenewa dengan ide-ide nyata untuk mencapai kesepakatan yang adil dan merata,” tulis Araghchi di akun X-nya.
“Yang tidak ada dalam pembahasan: penyerahan diri di hadapan ancaman,” sambungnya.
Kementerian Luar Negeri Iran menyebutkan, selama kunjungannya ke Jenewa, Araghchi juga diperkirakan akan mengadakan pembicaraan dengan mitranya dari Swiss, dan pejabat internasional lainnya.
Gedung Putih pada Minggu menyebutkan, AS telah mengirimkan utusan Timur Tengah Steve Witkoff dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner, dalam perundingan nuklir dengan Iran ini.
Iran-AS memulai kembali negosiasi nuklir lanjutan setelah sempat gagal akibat Israel melancarkan serangan udaranya mengebom Iran pada Juni 2025.
Posting Komentar