JAKARTA - Venezuela dan Amerika Serikat sepakat untuk memulai kerja sama bilateral untuk memerangi perdagangan narkoba serta menangani isu migrasi menyusul kunjungan Kepala Komando Selatan AS, Jenderal Francis Donovan.
“Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat untuk bekerja mengembangkan agenda kerja sama bilateral guna memerangi perdagangan narkoba ilegal di kawasan kita, migrasi, dan isu lainnya,” tulis Menteri Komunikasi dan Informasi Venezuela, Miguel Angel Perez Pirela di platform X pada Kamis, 19 Februari dilansir ANTARA dari Sputnik.
Pada Rabu (18/2), Donovan bertemu dengan Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez, serta Menteri Dalam Negeri, Kehakiman, dan Perdamaian Diosdado Cabello.
“Pertemuan ini menegaskan jalur diplomatik harus menjadi mekanisme untuk menyelesaikan perbedaan dan membahas topik-topik yang menjadi kepentingan bilateral dan regional bagi semua pihak,” kata Delcy Rodriguez,
Komando Selatan AS pada Rabu mengumumkan kunjungan Donovan ke Venezuela dan perundingan dengan otoritas negara itu, di mana situasi keamanan serta isu stabilitas regional turut dibahas.
Pada 3 Januari, AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dengan menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, lalu membawa keduanya ke New York. Menurut otoritas AS, keduanya diduga terlibat dalam kasus “narko-terorisme”.
Dalam sidang pengadilan di New York, Maduro dan Flores menyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut.
Terkait operasi AS itu, Caracas meminta diadakan pertemuan darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mahkamah Agung Venezuela kemudian menugaskan untuk sementara Wakil Presiden Delcy Rodriguez menjalankan tugas sebagai kepala negara.
Pada 5 Januari, Rodriguez secara resmi menjabat sebagai presiden sementara Venezuela dan mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Majelis Nasional.
Posting Komentar