Diperkirakan Ada 104 Ribu Kasus TBC di Jawa Tengah, Baru Ditemukan 72 Ribu

Artikel Diperkirakan Ada 104 Ribu Kasus TBC di Jawa Tengah, Baru Ditemukan 72 Ribu di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca
ILustrasi - Pemeriksaan pasien penderita tuberkulosis atau TBC. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kesehatan sampai saat ini telah menemukan setidaknya 72.000 kasus tuberkulosis  atau TBC dari target temuan sebanyak 104.000 kasus.

"Jadi, kami masih punya PR (pekerjaan rumah) sekitar 32.000 kasus di Jateng," kata Kepala Dinkes Jateng Yunita Dyah Suminar, saat kampanye TOSS (Temukan, Obati, Sampai Sembuh) TBC, di Semarang, Minggu.

Menurut dia, kampanye TOSS itu dimaksudkan agar masyarakat peduli terhadap TBC, termasuk jika menemukan anggota masyarakatnya yang mengalami gejala TBC untuk dilakukan pengobatan.

Ia meminta masyarakat untuk tidak perlu takut dengan TBC, sebab pemerintah telah menjamin pengobatan penderita TBC secara gratis hingga tuntas.

"Maka 'campaign' ini tujuannya adalah bagaimana masyarakat 'aware' terhadap apa sih gejala TBC? Bagaimana sih cara penyembuhannya? Gratis penyembuhan untuk TBC," katanya.

Tak hanya penderita TBC, kata dia, pemeriksaan juga harus dilakukan kepada 10-14 orang yang memiliki kontak erat dengan penderita.

"Seperti COVID-19 kan dulu di-'tracing' ya, ini sama sebetulnya. Karena penyakit TBC ini tentu sangat mudah menular," katanya.

Saat ini, kata dia, Pemprov Jateng memang sudah ada program Dokter Spesialis Keliling (Speling) dipadu dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG), tetapi butuh peran pemerintah kabupaten/kota hingga pemerintah desa.

"Kemudian masyarakat kader-kader kesehatan itu segera bergerak untuk bisa menemukan masyarakat yang mungkin terkena TBC," kata Yunita.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jateng Iwanuddin Iskandar menambahkan bahwa sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk penanggulangan TBC, bahkan hingga ke tingkat pemerintah desa.

"Desa nantinya harus siap untuk bersinergi untuk mengatasi itu semua. Siapa yang punya masyarakat tentunya yang tahu adalah desa. Siapa yang tahu dia kena TBC dan sebagainya," katanya.

Ia mengatakan bahwa langkah yang dilakukan terkait TBC bukan hanya secara medis hingga kesembuhan, tetapi juga penting pendampingan secara psikologis dan sosialisasi kepada masyarakat.

"Jangan kucilkan orang yang kena TBC, dirangkul dengan baik, jangan menyebarkan informasinya, obati sampai tuntas. Kemudian mitigasi daerah lokasi yang memang berpotensi TBC," katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinator PMK Prof. Warsito mengatakan bahwa kampanye TOSS itu dilakukan di delapan provinsi.

"Kita semua tahu bahwa TBC merupakan penyakit penular yang harus sama-sama dicegah dan ini menjadi 'tantangan' global tidak hanya Indonesia, dan Indonesia menempati urutan kedua setelah India," katanya.

Karena itu, kata dia, pemerintah pusat bersama seluruh pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota bersama-sama memerangi dan mengkampanyekan TOSS TBC.

Terimakasih sudah membaca artikel Diperkirakan Ada 104 Ribu Kasus TBC di Jawa Tengah, Baru Ditemukan 72 Ribu Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.