JAKARTA - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya akan membangun kembali fasilitas nuklirnya yang pernah dibom Amerika Serikat (AS) dengan kekuatan yang lebih besar.
"Kami akan membangun kembali dengan kekuatan yang lebih besar," kata Presiden Iran Masoud Pezeshkian kepada media pemerintah pada hari Minggu, 2 November, dikutip dari Reuters.
Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut saat bertemu dengan para manajer senior dari industri nuklir Iran di Organisasi Energi Atom negara tersebut belum lama ini.
Menurutnya, tidak jadi masalah Presiden Donald Trump mengancam bakal menyerang lagi jika Iran mengaktifkan kembali 3 fasilitas nuklir yang dibom AS pada Juni 2025.
"Menghancurkan bangunan dan pabrik tidak akan menjadi masalah bagi kami," ujar Pezeshkian.
Adapun pada Juni 2025, Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS membobardir tiga fasilitas nuklir di Iran.
AS berdalih situs-situs tersebut bagian dari program yang diarahkan untuk mengembangkan senjata nuklir. Sementara Iran kala itu beralasan bahwa program nuklirnya murni untuk tujuan sipil.
Pezeshkian kembali menegaskan, aktivitas nuklir di negaranya memang untuk kepentingan masyarakat seperti sektor kesehatan.
“Semuanya ditujukan untuk menyelesaikan permasalahan rakyat, untuk penyakit, dan untuk kesehatan rakyat,” ujar Pezeshkian.
Posting Komentar