JAKARTA - Tuan rumah Piala Afrika 2025, Maroko, mengalahkan Zambia 3-0 di Stadion Pangeran Moulay Abdellah, Rabat, pada Senin, 29 Desember 2025, untuk mengakhiri kampanye Grup A dengan gemilang dan melaju ke babak 16 besar.
Dua gol Ayoub El Kaabi--termasuk tendangan salto sensasionalnya--dan penyelesaian akhir Brahim Diaz yang apik sudah cukup untuk mengalahkan Zambia, yang tersingkir dari fase grup.
Sementara hasil imbang Mali melawan Komoro tanpa gol di Casablanca sudah cukup bagi mereka untuk melaju ke fase gugur sebagai runner-up grup, menemani Maroko.
Kemenangan Maroko juga menandai kembalinya salah satu pemain bintang mereka, Achraf Hakimi, yang absen sejak awal November 2025 setelah mengalami cedera pergelangan kaki saat bermain untuk klubnya, Paris Saint-Germain.
Sebetulnya, pertahanan Zambia sudah tidak berdaya menghadapi gempuran tuan rumah, terlihat gugup sejak 20 detik pertama--dengan El Kaabi merebut bola dari Dominic Chanda dari tendangan awal, tetapi kurang yakin dalam penyelesaiannya. Sementara Ezzalzouli melepaskan tembakan langsung ke arah Mwanza beberapa saat kemudian.
Masuknya pemain sayap Real Betis, Ezzalzouli, ke dalam starting XI telah memberikan Maroko suasana El Clasico di lini depan mereka. Pemain 24 tahun itu, yang menghabiskan dua tahun di Barcelona, berkolaborasi dengan sangat baik dengan Diaz dari Real Madrid.
El Kaabi membuka skor setelah sembilan menit. Tendangan sudut diambil Azzedine Ounahi, sang striker menyambut bola lambung di kotak penalti dengan sundulan diving yang membuat bola melewati Willard Mwanza.
Diaz yang tampil luar biasa menambahkan gol kedua pada menit ke-27, melepaskan tembakan dengan percaya diri memanfaatkan umpan silang Abde Ezzalzouli dari kiri yang gagal dijangkau El Kaabi di tengah kotak penalti.
Zambia kesulitan menguasai bola. Diaz hampir saja menambah gol ketiga sebelum jeda, melepaskan tembakan melebar di tiang jauh setelah menerima umpan dari Ezzalzouli menyusul kerja sama apik dengan Ounahi.
El Kaabi menambahkan gol penutup lima menit setelah babak kedua dimulai dengan gol yang berpotensi menjadi gol terbaik turnamen setelah mencetak gol salto melawan Komoro di laga pembuka grup.
Ternyata, dia kembali menunjukkan aksi akrobatik tendangan salto lagi untuk mencetak gol ketiga Maroko. Ia bergerak mundur, melompat ke udara untuk menyambut umpan silang Ounahi, yang memicu perayaan meriah di seluruh Ibu Kota Maroko.
Mungkin sorakan paling meriah malam itu ditujukan untuk Hakimi ketika ia masuk dari bangku cadangan pada menit ke-64 menggantikan Noussair Mazraoui.
Pemain sayap kanan itu tampak lincah setelah masuk. Kembalinya dia akan menjadi dorongan besar bagi pelatih kepala Atlas Lions, Walid Regragui, yang mulai merasakan tekanan setelah rekor kemenangan beruntun timnya di dunia berakhir melawan Mali di pertandingan kedua grup.
Maroko, yang melaju sebagai juara grup, kini akan menghadapi salah satu tim peringkat ketiga terbaik dari Grup C, D, atau E di Rabat pada 4 Januari 2026.
Sementara Mali akan bertemu dengan runner-up Grup C--kemungkinan Tunisia--di Casablanca pada 3 Januari 2026.
Posting Komentar