Anak Makan Berlebihan Rentan Kena Diabetes Tipe 2 hingga Gangguan Tidur

Artikel Anak Makan Berlebihan Rentan Kena Diabetes Tipe 2 hingga Gangguan Tidur di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca
Ilustrasi anak makan berlebihan. (Freepik)

JAKARTA - Tak sedikit orangtua merasa senang ketika melihat anaknya makan dengan lahap. Awalnya, kebiasaan ini dianggap tanda anak sehat dan aktif, terutama ketika mereka baru mulai mengonsumsi makanan padat setelah masa ASI atau sedang menghadapi fase picky eater.

Namun, kebiasaan makan berlebihan yang tampak menyenangkan bagi orangtua ternyata bisa berdampak negatif pada kesehatan dan perkembangan anak.

Prinsip “segala sesuatu yang berlebihan tidak baik” juga berlaku pada pola makan. Jika asupan kalori anak melebihi kebutuhan tubuh, berbagai risiko kesehatan dan psikologis dapat muncul, baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Dampak pada kesehatan

Berikut adalah beberapa dampak yang bisa terjadi akibat makan berlebihan pada anak, sebagaimana dikutip dari Huffington Post.

1. Masalah pencernaan

Makan berlebihan bisa menimbulkan berbagai gangguan pencernaan, mulai dari sembelit karena kurang serat, kembung, sakit perut, hingga naiknya asam lambung akibat perut terlalu penuh. Anak dengan tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi juga berisiko mengalami penyakit jantung dan stroke di kemudian hari.

2. Obesitas dan kelebihan berat badan

Konsumsi kalori berlebih yang tidak digunakan tubuh akan disimpan sebagai lemak, memicu kenaikan berat badan yang tidak sehat. Obesitas pada anak perlu diwaspadai karena berpotensi berlanjut hingga dewasa.

3. Diabetes tipe 2

Kelebihan berat badan dan pola makan tinggi gula membuat anak rentan mengalami diabetes tipe 2, kondisi yang biasanya ditemukan pada orang dewasa. Diabetes dapat menyebabkan kerusakan pada mata, ginjal, dan saraf, sehingga pencegahan sejak dini sangat penting.

4. Tekanan darah tinggi

Anak yang mengalami obesitas berisiko lebih tinggi menderita hipertensi. Jika dibiarkan, tekanan darah tinggi dapat menimbulkan penyempitan pembuluh darah di usia dewasa. Pembatasan garam, pengaturan pola makan, dan menjaga berat badan ideal menjadi langkah pencegahan yang perlu dilakukan.

5. Asma

Penumpukan lemak berlebih dapat memicu peradangan kronis yang memengaruhi sistem pernapasan, sehingga risiko asma meningkat pada anak dengan berat badan berlebih.

6. Gangguan tidur

Obesitas juga berkaitan erat dengan sleep apnea, yaitu berhentinya napas saat tidur. Kondisi ini menurunkan kualitas tidur dan bisa mengganggu konsentrasi serta pertumbuhan anak.

7. Radang sendi dan patah tulang

Beban tubuh yang terlalu berat memberikan tekanan tambahan pada tulang dan sendi yang masih berkembang, meningkatkan kemungkinan nyeri sendi atau cedera seperti patah tulang.

8. Kolesterol tinggi

Selain faktor genetik, konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan garam bisa menaikkan kadar kolesterol anak. Makanan olahan, gorengan, dan camilan tinggi sodium menjadi pemicu utama masalah ini.

Terimakasih sudah membaca artikel Anak Makan Berlebihan Rentan Kena Diabetes Tipe 2 hingga Gangguan Tidur Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.