YOGYAKARTA - Bagi banyak orang, ngopi sudah menjadi rutinitas pagi untuk mengumpulkan energi sebelum menjalani hari. Tapi tahukah kamu ternyata konsumsi kopi tidak hanya bikin melek dan semangat, tetapi juga bisa bikin panjang umur. Penelitian menunjukkan konsumsi kopi dalam jumlah sedang, sekitar 2-3 cangkir sehari, menurunkan risiko terkena sejumlah penyakit serius. Penasaran? Nah, berikut akan dibahas sejumlah alasan medis kopi bisa bikin panjang umur. Simak sampai akhir ya.
6 Alasan Medis Kopi Bisa Bikin Panjang UmurAda berbagai manfaat kesehatan yang bisa diperoleh dari kebiasaan minum kopi, di antaranya bahkan berkaitan erat dengan penyakit yang kerap muncul seiring bertambahnya usia. Dilansir dari Verywell Health, berikut 6 alasan kopi dapat membantu memperpanjang umur:
Minum kopi dapat membantu Anda menua dengan sehat dengan mencegah atau mengurangi risiko penyakit yang terkait dengan penuaan, seperti penyakit kardiovaskular dan demensia. Kafein dan senyawa lain dalam kopi memiliki efek anti-penuaan yang bekerja pada berbagai organ tubuh.
Senyawa-senyawa ini dapat menghentikan produksi mammalian target of rapamycin (mTOR) yang terlibat dalam proses penuaan dan terkait dengan banyak penyakit yang berhubungan dengan usia.
Selain itu, sebuah studi yang meneliti harapan hidup orang dewasa di Amerika Serikat menemukan bahwa mereka yang minum satu sampai dua cangkir kopi per hari rata-rata hidup sekitar dua tahun lebih lama dibanding yang tidak minum kopi.
Baik kopi berkafein maupun tanpa kafein sama-sama dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2, suatu kondisi yang dapat memperpendek umur. Senyawa fitokimia dalam kopi membantu menjaga fungsi hati dan pankreas. Kedua organ ini mengatur sensitivitas insulin.
Insulin adalah hormon yang memungkinkan sel untuk mengambil glukosa dari darah untuk digunakan dalam produksi energi. Ketika tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin, resistensi insulin berkembang, yang menyebabkan kadar gula darah tinggi dan diabetes tipe 2.
Dengan mendukung organ-organ yang terlibat dalam proses insulin, kopi dapat membantu menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2.
Kandungan antioksidan dan senyawa anti-inflamasi dalam kopi dapat menurunkan risiko terkena kanker tertentu. Konsumsi kopi telah dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena kanker hati. Bagi wanita dengan indeks massa tubuh lebih tinggi dari 25 (diklasifikasikan sebagai kelebihan berat badan), mengonsumsi lebih banyak kopi menurunkan risiko kanker endometrium.
Penelitian lain menunjukkan bahwa wanita pascamenopause yang minum kopi dalam jumlah sedang setiap hari memiliki risiko lebih rendah terkena kanker hati dan payudara.
Seiring bertambahnya usia, risiko penyakit jantung dan pembuluh darah ikut meningkat. Kondisi ini bisa berdampak besar pada kualitas hidup maupun harapan hidup seseorang.
Meskipun kafein dapat menaikkan tekanan darah dan melebarkan pembuluh darah untuk sementara waktu, konsumsi kopi dalam batas wajar memiliki efek positif pada kesehatan jantung. Minum kopi dalam jumlah sedang dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular.
Orang yang mengonsumsi kopi secara teratur terbukti memiliki risiko lebih rendah terkena tekanan darah tinggi, fibrilasi atrium (irama jantung abnormal), dan gagal jantung. Namun jangan konsumsi berlebihan, efeknya bisa berbalik merugikan.
Kopi dapat membantu melindungi hati, organ penyaring tubuh. Hati yang sehat mendukung tubuh yang sehat dan umur panjang.
Senyawa antioksidan yang ditemukan dalam kopi memiliki efek menguntungkan pada sel-sel hati dan dapat membantu mencegah kanker hati, memperlambat perkembangan penyakit hati seperti sirosis, dan bahkan dapat mengurangi kemampuan replikasi virus hepatitis C, virus yang dapat menyebabkan kerusakan hati.
Otak merupakan pusat kendali aktivitas tubuh, sehingga sangat menentukan kualitas hidup seseorang. Ketika fungsi otak terjaga, kemampuan berpikir, mengingat, dan mengambil keputusan juga akan berfungsi optimal. Dalam hal ini, kopi turut mendukung fungsi otak.
Kandungan polifenol dan antioksidan di dalam kopi memiliki efek positif pada kesehatan otak. Sementara itu, kafein membantu meningkatkan daya ingat, kewaspadaan, dan kognisi, serta membantu proses, yaitu kemampuan otak untuk mengatur ulang dan membentuk jalur baru bahkan saat menua.
Selain itu, berbagai senyawa neuroprotektif lain masih terus diteliti karena berpotensi menurunkan risiko pengembangan kondisi neurodegeneratif seperti demensia, Alzheimer, dan Parkinson.
Demikian pembahasan 6 alasan medis kopi bikin panjang umur, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!
Posting Komentar