Lansia Disarankan Latihan Beban untuk Jaga Massa Otot

Artikel Lansia Disarankan Latihan Beban untuk Jaga Massa Otot di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca
Ilustrasi latihan massa otot. (Freepik)

JAKARTA - Memasuki usia lanjut, kekuatan dan massa otot cenderung menurun secara alami. Kondisi ini dapat memengaruhi keseimbangan, mobilitas, hingga meningkatkan risiko jatuh. Karena itu, latihan otot menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup lansia.

Aktivitas fisik yang tepat bukan hanya membantu tubuh tetap bugar, tetapi juga mendukung kesehatan tulang dan metabolisme.

Dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Andhika Raspati, Sp.KO, menekankan bahwa latihan beban dapat menjadi pilihan olahraga yang efektif bagi lansia untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan massa otot.

Dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, dr. Andhika menjelaskan bahwa berjalan kaki saja belum cukup optimal untuk membangun kekuatan otot.

“Massa otot itu penting banget dan jalan tidak optimal untuk membangun otot. Makanya lansia pun mesti latihan beban. Saya punya pasien umur 88 tahun dengan osteoporosis, saya berikan latihan beban pakai botol air mineral ukuran 330 ml. Buat kita itu enggak ada apa-apanya, tapi buat si nenek itu bergetar,” kata dokter Andhika.

Menurutnya, kombinasi latihan beban dan kardio bisa menjadi pilihan yang aman bagi lansia. Untuk kardio, sebaiknya memilih aktivitas dengan risiko benturan rendah seperti jalan santai, bersepeda statis, atau berenang.

Sementara itu, latihan beban dapat dimulai dari intensitas ringan, misalnya menggunakan botol air mineral atau dumbbell seberat 1–2 kilogram, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.

Dokter lulusan spesialis kedokteran olahraga Universitas Indonesia tersebut juga menyebutkan bahwa latihan beban tetap memungkinkan dilakukan oleh lansia dengan riwayat penyakit jantung, selama kondisi dalam keadaan stabil.

Jenis gangguan jantung sendiri beragam, mulai dari gagal jantung, riwayat serangan jantung, penyempitan pembuluh darah, hingga gangguan katup. Meski demikian, latihan beban dinilai memiliki manfaat dalam membantu memperbaiki fungsi pembuluh darah.

“Karena latihan beban juga memperbaiki fungsi pembuluh darah. Tapi satu, tidak dikerjakan saat serangan yang pasti. Jadi bisa dibilang dalam kondisi stabil mesti latihan beban,” tutur dia.

Andhika mengingatkan agar latihan dilakukan secara terukur dan tidak berlebihan hingga menimbulkan rasa tidak nyaman atau jantung berdebar terlalu kuat.

“Otot itu bagus buat lemak juga bagus pembakarannya meningkat. Tapi memang bebannya harus disesuaikan, enggak perlu sampai berdebar-debar banget. Dia akan memperbaiki fungsi pembuluh darah di tepi,” ujar dia.

Terimakasih sudah membaca artikel Lansia Disarankan Latihan Beban untuk Jaga Massa Otot Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.