JAKARTA - Menteri Perang AS Pete Hegseth kembali menegaskan rencana AS untuk menempatkan senjata di luar angkasa melalui proyek rudal Golden Dome.
"Golden Dome untuk Amerika, sebuah inisiatif revolusioner berupa senjata dan sensor berbasis antariksa, konstelasi terfokus dari sensor dan satelit generasi berikutnya yang akan melihat setiap ancaman dari setiap sudut dunia," kata Hegseth dalam pidatonya di Colorado dilansir ANTARA dari Sputnik, Senin, 24 Februari.
Pada Mei, Presiden AS Donald Trump meluncurkan proyek Golden Dome, yang diperkirakan menelan biaya hampir 175 miliar dolar AS (sekitar Rp2,94 kuadriliun).
Inisiatif pertahanan berlapis tersebut akan mengintegrasikan sistem darat, laut, dan ruang angkasa untuk melindungi AS dari ancaman rudal. Uji coba besar pertama dilaporkan dijadwalkan pada akhir 2028.
Namun, kantor berita Bloomberg melaporkan menurut penilaian para ahli, Golden Dome tersebut akan menelan biaya 1,1 triliun dolar AS (sekitar Rp18,5 kuadriliun).
Posting Komentar