JAKARTA - Badan Energi Atom Internasional (IAEA) atau Badan Pengawas Nuklir PBB mengungkapkan pihaknya dilibatkan dalam negosiasi nuklir Amerika Serikat (AS)-Iran yang dimediasi Oman, sejak tahap pertama perundingan pada Selasa 17 Februari.
Hingga tahap ketiga perundingan di Jenewa pada Kamis 26 Februari, IAEA mengatakan Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi hadir “memberikan nasihat tentang isu-isu yang relevan dengan verifikasi program nuklir Iran.”
Keterlibatan IAEA diketahui setelah Badan Pengawas Nuklir PBB tersebut merilis laporan rahasia yang diedarkan pada Jumat 27 Februari kepada negara-negara anggota IAEA dan dilihat AP.
Laporan tersebut juga menyebutkan perundingan nuklir AS-Iran “masih berlangsung.”
Adapun tahap ketiga perundingan nuklir tersebut berakhir tanpa kesepakatan di atas meja, yang berpotensi tinggi meletusnya perang secara tiba-tiba mengingat AS telah mengumpulkan pesawat tempur dan kapal perang skala besar di Timur Tengah dekat Iran.
Meski demikian, sang mediator Menteri Luar Negeri Oman Badr Al-Busaidi mengatakan, bahwa AS-Iran telah sepakat memperpanjang perundingan lanjutan di Wina yang merupakan markas Badan Pengawas Nuklir PBB, pada pekan depan.
Negosiasi lanjutan itu beragenda pembicaraan teknis melibatkan perwakilan tingkat rendah. Badan Pengawas Nuklir PBB kemungkinan akan berperan penting mencapai kesepakatan dalam perundingan tahap keempat tersebut.
AS sejauh ini terus menekan Iran agar membatasi program nuklir dan memastikan tidak mengembangkan senjata nuklir.
Iran menegaskan tidak sedang mengembangkan senjata nuklir dan sejauh ini menolak tuntutan untuk menghentikan pengayaan uranium di wilayahnya, atau menyerahkan persediaan uranium yang telah diperkaya.
Perundingan serupa antara AS dan Iran membahas program nuklir Iran juga pernah digelar tahun 2025. Namun, perudingan itu terpaksa gagal karena faktor ektrernal dari Israel yang melancarkan serangan selama 12 hari ke Iran, termasuk membom situs nuklir Iran dibantu oleh AS.
Sebelum perang Juni 2025 itu, Iran disebut-sebut telah memperkaya uranium hingga kemurnian 60 persen.
Posting Komentar