JAKARTA - Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel terbuka untuk berdialog dengan Amerika Serikat, seiring negara kepulauan Karibia itu menyiapkan langkah-langkah untuk mencegah krisis energi.
Dalam pengarahan darurat, Diaz-Canel, membahas tekanan ekonomi dari Amerika Serikat yang semakin intens dan telah mengisolasi negara itu dari sekutu-sekutu lamanya serta mengganggu pengiriman minyak.
“Kuba bersedia untuk terlibat dalam dialog dengan Amerika Serikat,” katanya dilansir ANTARA dari Anadolu, Jumat, 6 Februari
Diaz-Canel turut menekankan pembicaraan harus berlangsung.tanpa tekanan, tanpa prasyarat, pada posisi yang setara, dan dengan penghormatan terhadap kedaulatan, kemerdekaan, dan hak menentukan nasib sendiri kami.
Dia mengatakan pemerintah komunis telah bersiap menghadapi potensi kekurangan minyak dan menyoroti kemajuan di bidang energi terbarukan, dengan mencatat taman surya fotovoltaik menyumbang 1.000 megawatt ke jaringan listrik nasional, yang mewakili peningkatan sebesar 7 persen.
Kuba menghadapi kekurangan minyak akibat kombinasi dari sanksi Amerika Serikat yang semakin diperketat, runtuhnya pemasok utamanya Venezuela setelah perubahan politik, serta penargetan berikutnya terhadap pemasok alternatif seperti Meksiko.
“Kuba bukan negara teroris. Tidak ada pasukan atau pangkalan militer asing di Havana. Satu-satunya pangkalan militer milik negara lain di Kuba adalah yang dioperasikan oleh Amerika Serikat,” tambahnya.
Pidato tersebut menandai pernyataan publik pertama Diaz-Canel mengenai meningkatnya ketegangan dengan Washington sejak Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan besar-besaran di Caracas yang mengakibatkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, sekutu Kuba, dan istrinya, Cilia Flores.
Setelah penangkapan Maduro, di mana ia dan Flores ditahan dan dibawa ke New York City, tempat mereka kini ditahan, Amerika Serikat memutus pasokan minyak Venezuela ke Kuba, yang sebelumnya merupakan sebagian besar impor energi pulau tersebut.
Pemerintahan Trump kemudian memperketat tekanan ekonomi terhadap Kuba dengan menetapkan tarif terhadap negara mana pun yang memasok atau menjual minyak ke negara kepulauan tersebut.
Hal itu berakibat pada pembatasan aliran minyak dari mitra seperti Meksiko, yang hingga baru-baru ini menyediakan minyak mentah dan turunannya.
Posting Komentar