Apa Itu Operasi Histeroskopi? Begini Prosedurnya

Artikel Apa Itu Operasi Histeroskopi? Begini Prosedurnya di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca
Apa itu operasi histeroskopi? (Freepik)

YOGYAKARTA - Apa itu operasi histeroskopi? Histeroskopi merupakan prosedur medis yang dilakukan untuk memeriksa rahim dan serviks (leher rahim). Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan instrumen yang bernama ‘histeroskop.’

Histeroskop adalah sebuah alat berbentuk selang tipis dan lentur yang dilengkapi kamera di bagian ujungnya. Dalam prosesnya, dokter akan memasukkan alat ini ke dalam rahim melalui vagina untuk memeriksa dinding rahim.

Dilansir dari Healthy, ada dua jenis histeroskopi, yaitu histeroskopi diagnostik dan histeroskopi operatif. Pada histeroskopi diagnostik, pemeriksaan ini berguna untuk memeriksa kondisi dalam rahim.

Adapun histeroskopi operatif merupakan prosedur lanjutan dari histeroskopi diagnostik. Jadi, dokter akan melanjutkan prosedur ketika menemukan indikasi kelainan pada janin dalam kandungan.

Apa Tujuan Histeroskopi?

Histeroskopi menjadi prosedur yang berguna dalam mendiagnosis penyakit atau penyebab ketidaksuburan wanita. Dalam beberapa kasus, metode ini dapat mengobati permasalahan yang memengaruhi rahim dan serviks.

Selain itu, dokter juga memberikan tindakan histeroskopi untuk tujuan berikut:

  • Mendeteksi kondisi rahim yang tidak normal, seperti fibroid rahim, polip rahim atau miom.
  • Memeriksa kelainan bentuk rahim atau tuba falopi.
  • Memeriksa penyebab keguguran berulang atau penyebab sulit hamil setelah melakukan program hamil lebih dari satu tahun.
  • Menyelidiki penyebab perdarahan abnormal, misalnya perdarahan pasca menopause atau menstruasi yang tidak kunjung berhenti.
  • Mengambil sampel jaringan yang abnormal atau biopsi untuk penelitian di laboratorium.
  • Mengangkatkan jaringan tidak normal pada rahim yang berukuran kecil.
  • Membantu prosedur sterilisasi dengan menutup tuba falopi.
  • Memperbaiki kelainan pada rahim, misalnya ujung tuba falopi
  • Melepas alat kontrasepsi spiral atau intrauterine device (IUD).

Selain itu, histeroskopi juga dapat mendeteksi beberapa kelainan, antara lain:

  • Miom, polip rahim, atau kanker rahim.
  • Penyumbatan pada tuba falopi.
  • Ukuran atau bentuk rahim tidak normal.
  • Jaringan parut pada rahim, misalnya pada sindrom Asherman.

Namun demikian, ada kondisi wanita yang tidak disarankan menjalani tindakan di atas, antara lain:

  • Ibu hamil.
  • Wanita yang mengalami gejala kanker serviks.
  • Pengidap servisitis.
  • Memiliki rongga rahim yang luas atau panjang rahim lebih dari 10 sentimeter.
  • Mengidap radang panggul.
  • Mengalami perdarahan hebat.
Kapan Tindakan Histeroskopi Diberikan?

Pada umumnya, dokter akan merekomendasikan tindakan histeroskopi jika terdapat indikasi berikut:

  • Adanya kelainan bawaan pada saluran reproduksi wanita
  • Pasien memiliki polip atau fibroid di dalam rahim saat pemeriksaan USG.
  • Perlu mengambil sampel biopsi pada wanita yang mengalami gejala abnormal pada organ reproduksi.
  • Masih ada sisa-sisa kehamilan di rahim setelah keguguran atau kelahiran, sehingga harus dibersihkan
  • Dokter perlu memberikan pemeriksaan lebih lanjut cedera atau kelainan pada saluran reproduksi wanita

Tindakan ini merupakan prosedur rawat jalan atau diagnosis. Sehingga, histeroskopi umumnya tidak membutuhkan waktu lama.

Pasien dapat langsung pulang ke rumah setelah menjalani tindakan ini. Namun, tetap dibutuhkan perawatan lanjutan jika dokter menemukan masalah lain.

Jika pasien mengalami nyeri dan perdarahan ringan setelah diberikan tindakan, dokter biasanya memberikan resep obat-obatan untuk mengatasinya.

Prosedur Histeroskopi

Prosedur histeroskopi umumnya menghabiskan waktu 15–60 menit saja, tergantung dari kondisi yang dialami pasien. Berikut adalah metode yang dokter berikan:

  • Sebelum prosedur diberikan, petugas medis akan meminta pasien melepaskan pakaian bagian bawah.
  • Pasien akan berbaring di atas kasur periksa dengan menekuk lutut dan membuka lebar paha.
  • Dokter akan memberikan bius lokal atau bius total, tergantung kondisi pasien dan seberapa rumit tindakan.
  • Membersihkan vagina menggunakan larutan antiseptik.
  • Memasukkan spekulum ke dalam vagina untuk membuka dinding vagina.
  • Memasukkan alat secara perlahan melalui vagina menuju leher rahim hingga rongga rahim.
  • Memasukkan gas atau cairan steril agar rahim mengembang. Tujuannya agar dokter mendapatkan gambar rahim lebih jelas.
  • Prosedur terakhir, dokter akan menganalisis kondisi bagian dalam rahim melalui layar monitor yang sudah terhubung dengan alat histeroskop.

Jika ditemukan jaringan yang perlu diangkat atau diobati, dokter akan melakukannya dengan hiteroskop. Ketika prosedur selesai, dokter pun akan melepas histeroskop.

Demikian ulasan mengenai apa itu operasi histeroskopi. Semoga bermanfaat. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.

Terimakasih sudah membaca artikel Apa Itu Operasi Histeroskopi? Begini Prosedurnya Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.