Ketahui 3 Perbedaan Stunting dan Stunted, Orang Tua Wajib Tahu!

Artikel Ketahui 3 Perbedaan Stunting dan Stunted, Orang Tua Wajib Tahu! di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca
Ilustrasi pengukuran tinggi badan anak (foto: Freepik)

YOGYAKARTA – Banyak di antara kita yang belum memahami perbedaan stunting dan stunted. Padahal, kedua istilah ini sering muncul dalam pembahasan pertumbuhan anak.

Sekilas, stunting (gagal tumbuh) dan stunted (pendek) terlihat tidak ada bedanya, sebab sama-sama berkaitan dengan tinggi badan anak yang lebih rendah dibandingkan teman seusianya.

Namun sebenarnya, stunting dan stunted merupakan dua kondisi yang berbeda sehingga penanganannya juga tidak sama.

Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui perbedaan stunting dan stunted agar dapat melakukan pencegahan dan penanganan yang tepat sejak dini.

Perbedaan Stunting dan Stunted

Dikutip dari laman Paudpedia Kemendikdasmen, berikut perbedaan stunting dan stunted yang perlu diketahui:

  • Definisi
  • Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

    Kondisi ini tidak hanya memengaruhi tinggi badan, tetapi juga perkembangan otak dan kesehatan jangka panjang.

    Sementara itu, stunted adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi anak dengan tinggi badan lebih pendek dari standar usianya. Namun, kondisi ini tidak selalu disebabkan oleh masalah gizi atau gangguan pertumbuhan.

    Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, anak dikategorikan stunting apabila nilai z-score tinggi badan menurut usia berada di bawah -2 standar deviasi berdasarkan standar pertumbuhan World Health Organization.

  • Penyebab
  • Stunting dan stunted memiliki penyebab yang berbeda. Pada kasus stunting, ada beberapa faktor yang membuat anak gagal tumbuh, antara lain:

    • Kekurangan gizi sejak masa kehamilan
    • Asupan nutrisi yang tidak mencukupi pada bayi dan balita
    • Infeksi berulang pada anak
    • Kurangnya akses terhadap layanan kesehatan
    • Pola asuh dan pola makan yang kurang tepat

    Selain itu, kekurangan gizi dalam jangka panjang juga dapat menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.

    Lain halnya dengan stunting, anak yang bertubuh pendek bisa disebabkan oleh:

    • Faktor genetik atau keturunan
    • Orang tua memiliki tinggi badan yang relatif pendek
    • Variasi alami pertumbuhan anak

    Dalam kondisi ini, anak tetap dapat tumbuh sehat dan berkembang secara normal.

  • Dampak Terhadap Kesehatan Anak
  • Perbedaan stunting dan stunted yang lainnya terletak pada dampaknya terhadap kesehatan anak.

    Stunting dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan jangka panjang, seperti:

    • Gangguan perkembangan otak
    • Penurunan kemampuan belajar
    • Risiko lebih tinggi terkena penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi
    • Gangguan pertumbuhan fisik hingga dewasa

    Sementara itu, anak yang hanya bertubuh pendek biasanya:

    • Tetap memiliki perkembangan otak normal
    • Tidak memiliki risiko penyakit kronis yang meningkat
    • Dapat mengejar tinggi badan teman seusianya di masa pertumbuhan

    Dengan kata lain, kondisi stunted tidak selalu berbahaya selama pertumbuhan anak tetap normal.

    Demikian informasi tentang perbedaan stunting dan stunted. Dapatkan update berita menarik lainnya dengan mengunjungi laman VOI.id.

    Terimakasih sudah membaca artikel Ketahui 3 Perbedaan Stunting dan Stunted, Orang Tua Wajib Tahu! Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.