JAKARTA - Gedung Putih bergerak cepat membantah rumor adanya gelombang pemecatan susulan di jajaran kabinet Presiden Donald Trump. Menyusul hengkangnya Jaksa Agung Pam Bondi secara mendadak, sejumlah nama besar di pemerintahan kini disebut-sebut berada di "kursi panas".
Spekulasi mengenai keretakan di internal kabinet Presiden Donald Trump kembali memanas. Setelah pencopotan Jaksa Agung Pam Bondi pada Kamis lalu, perhatian publik kini tertuju pada Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard, Menteri Perdagangan Howard Lutnick, dan Menteri Tenaga Kerja Lori Chavez-DeRemer.
Ketiganya dikabarkan menjadi target pemecatan selanjutnya, menyusul jejak Kristi Noem, Menteri Keamanan Dalam Negeri yang telah lebih dulu didepak bulan lalu. Namun, pihak Gedung Putih segera memasang badan.
Dilaporkan Newsweek, Sabtu, 4 April, dukungan senada juga ditegaskan oleh Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung. Melalui pernyataan resminya, Cheung menyatakan bahwa Presiden memiliki "kepercayaan total" terhadap Tulsi Gabbard dan menyebut segala spekulasi sebaliknya sebagai berita palsu atau fake news.
Meskipun bantahan resmi telah dikeluarkan, atmosfer di Washington tetap tegang. Hengkangnya dua anggota kabinet dalam waktu singkat (Bondi dan Noem) dianggap oleh banyak pengamat sebagai sinyal volatilitas tinggi di level tertinggi pemerintahan.
Hingga saat ini, kantor Gabbard, Lutnick, maupun Chavez-DeRemer belum memberikan komentar tambahan terkait posisi mereka di tengah guncangan politik ini.
Posting Komentar