JAKARTA — Analis politik Boni Hargens mengapresiasi kinerja Polri dalam mengungkap kasus penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi yang dinilai semakin kompleks dan terorganisir.
Menurut Boni, langkah Bareskrim Polri di bawah kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo menunjukkan keseriusan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global.
“Langkah Polri ini bukan sekadar penegakan hukum konvensional, melainkan respons institusional yang cerdas terhadap kompleksitas situasi sosial, ekonomi, dan geopolitik,” ujar Boni dalam keterangannya, Kamis 9 April.
Ia menilai, penyalahgunaan subsidi energi tidak hanya menjadi persoalan kriminal, tetapi juga ancaman terhadap ketahanan ekonomi, terutama di tengah dampak konflik global yang memengaruhi rantai pasok energi.
Boni juga menyoroti perubahan pendekatan Polri yang dinilai semakin proaktif, dengan mengedepankan kemampuan intelijen dan investigasi untuk mencegah kejahatan sebelum meluas.
“Polri menunjukkan kepekaan institusional yang tinggi. Mereka memahami bahwa masalah BBM subsidi tidak bisa dipisahkan dari konteks geopolitik global,” katanya.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, aparat berhasil mengamankan berbagai barang bukti, mulai dari tabung LPG 3 kilogram, alat konversi ilegal, kendaraan tangki BBM yang dimodifikasi, hingga dokumen jaringan distribusi ilegal.
Menurut Boni, temuan tersebut menunjukkan adanya jaringan terorganisir yang memanfaatkan celah distribusi subsidi untuk meraup keuntungan, termasuk dengan mengalihkan pasokan ke industri yang tidak berhak.
Ia juga mengapresiasi komitmen Kapolri yang menegaskan penindakan tanpa pandang bulu terhadap pelaku penyalahgunaan subsidi.
“Pernyataan Kapolri bukan sekadar retorika, tetapi cerminan transformasi Polri yang menempatkan penegakan hukum sebagai prinsip utama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Boni mengungkap sejumlah modus operandi yang digunakan pelaku, antara lain pengoplosan LPG subsidi ke tabung non-subsidi, pengalihan solar bersubsidi ke industri, pemalsuan dokumen distribusi, hingga kolusi dengan oknum internal.
Ia menilai, pemetaan modus tersebut menjadi kunci dalam mencegah kejahatan serupa terulang, sekaligus memperkuat pengawasan distribusi energi bersubsidi.
“Sinergi lintas instansi menjadi kekuatan penting agar penyalahgunaan subsidi dapat ditekan dan tidak merugikan masyarakat,” kata Boni.
Posting Komentar