JAKARTA – Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa layanan air bersih di wilayahnya mulai berangsur pulih pascabencana banjir yang melanda pada akhir November 2025.
Dalam rapat terbatas yang diikuti secara daring dari Sekretariat Presiden di Jakarta, Kamis, 1 Januari, Armia menyampaikan bahwa fasilitas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Aceh Tamiang mengalami kerusakan berat akibat banjir.
“PDAM kami mengalami kerusakan yang cukup fatal dan saat ini sedang dalam tahap perbaikan,” kata Armia Fahmi kepada Presiden.
Ia menjelaskan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memberikan dukungan berupa dua unit genset untuk memperkuat pasokan listrik di instalasi air bersih.
Saat ini, layanan distribusi air bersih PDAM baru kembali menjangkau dua kecamatan, yakni Kuala Simpang dan Karang Baru.
Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum berencana membangun ulang infrastruktur air bersih untuk tiga kecamatan terdampak lainnya di Aceh Tamiang guna memperluas cakupan pelayanan PDAM.
Di tengah proses pemulihan tersebut, kebutuhan air bersih warga juga dipenuhi melalui langkah-langkah darurat. Armia menyebut bantuan TNI dan Polri dalam pengeboran sumur tanah sangat membantu masyarakat.
Selain pengeboran sumur, suplai air bersih menggunakan mobil tangki ke desa-desa terdampak juga terus dilakukan untuk memastikan warga tetap memperoleh akses air bersih.
Dalam rapat terbatas yang digelar di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, melaporkan pihaknya telah melakukan pengeboran air bersih di 129 titik di wilayah tersebut.
Jumlah tersebut belum termasuk sumur bor tambahan yang dibangun oleh BNPB dan Polri, yang diperkirakan mencapai ratusan titik.
“Di tempat pengungsian kita lakukan pengeboran, juga di sekolah-sekolah, masjid, dan kecamatan. Kami bekerja secara simultan, termasuk dukungan dari Kementerian Pertahanan yang mengirim 10 unit pemadam kebakaran, sehingga proses pemulihan air bersih bisa berjalan cepat,” kata Maruli.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan sumur bor yang dibangun Polri memiliki kedalaman sekitar 10 hingga 30 meter, sementara sumur bor TNI AD berkedalaman 100 hingga 200 meter untuk kebutuhan air minum.
“Semuanya sudah dilaksanakan, meski masih belum sepenuhnya mencukupi. Untuk kebutuhan sehari-hari, pasokan air bersih masih dibantu dengan mobil tangki yang beroperasi setiap hari,” kata Suharyanto
Posting Komentar