JAKARTA- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menanggapi kabar Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman, yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini, 13 Maret. Sekjen PKB Hasanuddin Wahid mengatakan bahwa partainya menghormati segala proses hukum yang berjalan di KPK.
"Kita menghormati semua proses hukum, menjunjung tinggi hukum," ujar Hasanuddin saat dikonfirmasi VOI, Jumat, 13 Maret.
Menurut Hasanuddin, tertangkapnya Bupati Cilacap menjadi pelajaran semua kepala daerah, khususnya yang didukung PKB agar selalu mematuhi aturan perundangan undangan. Ia menegaskan, bahwa tidak boleh ada satu kader pun yang bermain main dan melakukan tindakan melawan hukum.
"Dan ini pelajaran buat semuanya agar semakin taat pada aturan main, tidak bermain-main dan selalu menjaga diri dari semua perbuatan melawan hukum," tegas Hasanuddin.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jawa Tengah pada hari ini, 13 Maret. Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman menjadi salah satu yang terjaring dalam kegiatan ini.
"Benar (Bupati Cilacap ikut tertangkap tangan, red)," kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto kepada wartawan melalui pesan singkat, Jumat, 13 Maret.
Meski begitu, Fitroh belum memerinci jumlah pihak yang diamankan. Begitu juga dengan kasusnya.
Posting Komentar