Celah AI Gemini di Chrome Bisa Dipakai Hacker Intip Kamera dan Curi Data

Artikel Celah AI Gemini di Chrome Bisa Dipakai Hacker Intip Kamera dan Curi Data di ambil dari berbagai sumber di internet , dengan tujuan untuk ikut berperan aktif berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak , Selamat membaca
Gemini dirancang sebagai asisten AI yang dapat menjalankan berbagai tugas atas nama pengguna (Foto: Dok. Antara)

Jakarta — Para peneliti keamanan siber menemukan kerentanan serius pada browser Google Chrome yang melibatkan fitur asisten kecerdasan buatan Google Gemini. Celah keamanan ini memungkinkan ekstensi berbahaya memata-matai pengguna hingga mencuri data sensitif dari perangkat mereka.

Kerentanan tersebut ditemukan oleh tim peneliti keamanan dari Palo Alto Networks Unit 42 dan tercatat dengan kode keamanan CVE-2026-0628. Para peneliti menyebut masalah ini berasal dari lemahnya penerapan kebijakan keamanan pada komponen WebView yang digunakan oleh panel Gemini di dalam browser.

Dalam kondisi tertentu, penyerang dapat memanfaatkan celah tersebut dengan menyebarkan ekstensi browser yang tampak tidak berbahaya. Setelah pengguna memasangnya, ekstensi tersebut dapat menyuntikkan skrip atau kode berbahaya ke halaman browser dan memanipulasi cara kerja Gemini.

Melalui teknik tersebut, peretas berpotensi mendapatkan akses ke sumber daya sistem yang biasanya tidak dapat dijangkau oleh ekstensi browser biasa.

Jika eksploitasi berhasil dilakukan, penyerang bahkan dapat mengambil alih kemampuan Gemini untuk melakukan berbagai tindakan tanpa persetujuan pengguna. Dalam skenario terburuk, hacker dapat mengakses kamera atau mikrofon perangkat, mengambil tangkapan layar, membaca file lokal, hingga melancarkan serangan phishing.

Gemini dirancang sebagai asisten AI yang dapat menjalankan berbagai tugas atas nama pengguna, manipulasi terhadap fitur tersebut dapat memperluas jangkauan serangan secara signifikan di dalam browser.

Perusahaan teknologi Google telah merespons temuan ini dengan merilis pembaruan keamanan pada Chrome versi 143.0.7499.192 dan 143.0.7499.193 untuk sistem operasi Windows dan macOS, serta patch serupa untuk Linux.

Google mengimbau seluruh pengguna Chrome untuk segera memperbarui browser mereka guna menghindari potensi eksploitasi kerentanan tersebut. Dalam banyak kasus, pembaruan akan diunduh dan dipasang secara otomatis oleh browser, namun pengguna juga disarankan untuk memeriksa pembaruan secara manual melalui menu pengaturan Chrome.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa integrasi kecerdasan buatan ke dalam perangkat lunak sehari-hari membuka peluang baru bagi inovasi, sekaligus menciptakan permukaan serangan baru bagi dunia keamanan siber.

Dalam ekosistem digital modern, AI bukan lagi sekadar alat pencarian informasi, tetapi sudah menjadi “agen” yang dapat bertindak atas nama pengguna. Ketika agen tersebut diretas, dampaknya bisa jauh lebih luas dibanding bug perangkat lunak biasa—seolah seseorang tiba-tiba mendapatkan kunci utama untuk membuka banyak pintu sekaligus di dalam sistem.

Terimakasih sudah membaca artikel Celah AI Gemini di Chrome Bisa Dipakai Hacker Intip Kamera dan Curi Data Sampai selesai , mudah-mudahan bisa memberi manfaat kepada anda , jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman anda semua , sekian terima kasih.