JAKARTA - Presiden Iran Masoud Pezeshkianmemperingatkan setiap serangan yang dilancarkan dari pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara tetanggatidak akan dapat diterima dalam keadaan apa pun.
Pezeshkianmenyatakan hal itu saat melakukan pembicaraan telepondengan Sultan Oman Haitham bin Tariq, Rabu (11/3), menurut media Pemerintah Iran.
Siaran Republik Islam Iran melaporkan kedua pemimpin tersebut bertelepon membahas perkembangan regional di tengah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sertapotensi dampak internasional dari operasi militer itu.
Pezeshkian mengatakan Iran menghargai hubungannya dengan negara-negara tetangga. Namun, iamemperingatkan serangan-serangan yang berasal dari pangkalan AS yang terletak di wilayah tersebut.
"Setiap serangan, yang diluncurkan dari pangkalan militer ASdi wilayah negara-negara kawasan, tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun,"tegasnya dilansir ANTARA dari Anadolu, Kamis, 12 Maret.
Merujuk pada serangan sebelumnya di Kota Minab, Iran bagian selatan, Pezeshkian mengatakanpada awal perang brutal ini telah terjadi serangan terhadap sebuah sekolah di Minab yang mengakibatkangugurnya 168 siswa.
Pezeshkian juga mengomentari laporan mengenai insiden di Port of Salalah. Menurut dia,aksi yang dilakukan militer Iran hanya menargetkan lokasi yang secara langsung terlibat dalam serangan terhadap negaranya.
"Penyelidikan menyeluruh pasti akan dilakukan terkait insiden ini,"ucapnya.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu hingga menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, serta lebih dari 150 siswi sekolah.
Teheran kemudian membalas dengan serangandronedan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta beberapa negara Teluk yang menjadi tuan rumah aset militer milik Amerika.
Posting Komentar