JAKARTA — Juru bicara presiden, Claire Castro, mengatakan pemerintah Filipina akan memulai pembicaraan diplomatik dengan Iran untuk memastikan kelancaran pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
Presiden Ferdinand Marcos Jr. sebelumnya menginstruksikan Kementerian Luar Negeri untuk memimpin upaya menjaga keamanan pasokan energi negara itu.
"Presiden telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri Tess Lazaro. Ia akan berbicara dengan Duta Besar Iran, kemungkinan besar besok (Rabu), atau pekan depan,” kata Castro dilansir ANTARA, Rabu, 1 April.
Pada akhir Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.
Iran membalas dengan menyerang Israel dan sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi di kawasan itu menyebabkan blokade de facto Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair ke pasar global, sehingga memengaruhi ekspor dan produksi energi serta mendorong kenaikan harga.
Posting Komentar