Jakarta — Rumor mengenai iPhone lipat kembali memanas setelah seorang pembocor teknologi mengklaim bahwa perangkat tersebut tidak akan menggunakan nama iPhone Fold. Menurut bocoran terbaru, Apple justru akan menamainya sebagai iPhone Ultra.
Informasi tersebut datang dari akun pembocor bernama WayLabs di platform media sosial China Weibo. Dalam unggahannya, ia menyebut bahwa perangkat yang selama ini dikenal sebagai iPhone Fold sebenarnya hanyalah nama internal sebelum akhirnya dipasarkan sebagai iPhone Ultra.
Jika rumor ini benar, iPhone Ultra berpotensi menjadi iPhone paling mahal yang pernah dijual Apple. WayLabs mengklaim harga awal perangkat tersebut akan berada di atas 1.500 dolar AS (Rp25 juta). Untuk varian spesifikasi tertinggi, harganya bahkan disebut bisa melampaui 3.000 dolar AS (Rp50 juta).
Harga tersebut akan menempatkan iPhone Ultra jauh di atas lini premium Apple saat ini seperti iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.
Bocoran tersebut juga menyebut Apple tengah mempersiapkan kategori produk baru dengan label “Ultra”, yang menandakan perangkat dengan spesifikasi paling tinggi dan harga paling mahal di ekosistem Apple.
Selain iPhone Ultra, leaker tersebut mengklaim Apple juga tengah menyiapkan perangkat lain dengan label serupa. Salah satunya adalah AirPods Ultra yang disebut akan dilengkapi kamera inframerah untuk menghadirkan fitur interaksi berbasis sensor visual.
Ia juga menyebut kemungkinan hadirnya MacBook Ultra, yang digambarkan sebagai MacBook Pro dengan layar OLED sentuh—fitur yang selama bertahun-tahun menjadi bahan spekulasi di komunitas pengguna Apple.
Meski demikian, kredibilitas bocoran ini masih dipertanyakan karena WayLabs tergolong pembocor baru. Laporan sebelumnya dari akun tersebut baru muncul pada Februari 2026 dan berkaitan dengan peningkatan kamera pada iPhone generasi berikutnya.
Dalam industri teknologi, rumor seperti ini sering kali merupakan campuran antara informasi rantai pasokan dan spekulasi. Namun konsep “Ultra” sendiri sebenarnya bukan hal baru bagi Apple.
Perusahaan sebelumnya telah menggunakan label tersebut pada produk seperti Apple Watch Ultra dan chip kelas atas Apple M3 Ultra, yang dirancang sebagai varian paling kuat dalam lini produk mereka.
Jika Apple benar-benar memperkenalkan iPhone Ultra berbasis desain lipat, perangkat tersebut akan menjadi salah satu perubahan desain paling radikal dalam sejarah iPhone sejak peluncuran pertama pada 2007.
Di industri smartphone, perangkat lipat masih dianggap sebagai eksperimen desain yang terus berkembang. Engsel, daya tahan layar fleksibel, hingga pengalaman perangkat lunak masih menjadi tantangan teknis yang belum sepenuhnya matang.
Posting Komentar