JAKARTA - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netayahu menyampaikan narasi perang menyesuaikan profil audiens.
Pezeshkian memandang Netanyahu memainkan strategi menargetkan audiens agar masyarakat yang mendengar atau membaca narasinya setuju terhadap upaya Israel-AS menyerang Iran.
"1. Bagi Iran, ini berbicara tentang "kebebasan 2. Bagi Amerika, hal itu berbicara tentang "bahaya senjata nuklir Iran" 3. Bagi kaum Zionis, Iran disebut "Amalek"," tulis Pezeshkian dalam akun X-nya.
Menurutnya, Netanyahu melakukan tipu daya agar memuluskan hasratnya bersama AS menyerang Iran, di saat bersamaan militer Israel juga membombardir kawasan Lebanon dan Suriah.
"Penipuan yang didasarkan pada letak geografis audiens!" kata Pezeshkian.
Netanyahu in three frames:To Iranians, he speaks of “freedom”.To Americans, he warns of Iran's “nuclear threat".To his Zionist audience, he calls Iranians "Amaleks".Deception based on the geography of the audience!
— Masoud Pezeshkian (@drpezeshkian) March 6, 2026Israel-AS menyerang Iran di tengah negosiasi nuklir telah memasuki tahap keempat yang dijadwalkan digelar di Wina awal Maret 2026. Oman yang menjadi penengah negosiasi itu mengatakan, perundingan tidak menghadapi kendala berarti tetapi terpaksa gagal akibat AS-Israel tiba-tiba menyerang Iran pada Sabtu 28 Februari.
Posting Komentar